Gunung Kidul Kurang Pasokan Ikan Lele

Pemasaran Ikan Lele

Produksi lele di Gunungkidul belum bisa mencukupi pasar sehingga pedagang ikan di beberapa pasar terpaksa mencari pasokan dari luar daerah.

Seperti yang terjadi di Pasar Ponjong. Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul mencatat kebutuhan ikan lele 1,5 ton per pekan sedangkan pasokan dari pembudi daya lele baru sekitar 25% dari kebutuhan per pekan, yakni 1,125 ton.

Kondisi tersebut membuat dinas terus berupaya menggenjot produksi pembudidaya ikan lele. Kepala DKP Gunungkidul, Agus Priyatno, mengungkapkan sudah banyak bantuan yang diberikan untuk meningkatkan usaha pembudidaya lele.

Namun, bantuan sebatas stimulan, seperti bantuan terpal untuk lahan budi daya, benih dan pakan.

“Kami memberi bantuan lebih hati-hati sebab ketika pedagang mandiri juga ikut memproduksi, nanti ketika panen bersamaan harga lele jatuh,” ujarnya, Minggu (8/9/2013).

Saat ini harga lele di tingkat peternak mencapai Rp16.000 per kilogram.

Pembudi daya lele di Kecamatan Ponjong, Riftanto, mengakui adanya banyak permintaan lele namun dia belum mampu memenuhi meski sudah memiliki 40 kolam pembenihan lele berukuran 3×4 cm dan 17 kolam pembesaran dengan ukuran 10×15 cm.

Budi dayanya hanya mampu memproduksi lele sebanyak 2,5 kuintal per pekan. “Sekarang saya sedang menambah 35 kolam lagi yang berukuran 4×14 cm untuk pembesaran,” katanya. (Sumber : Harian jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Gunung Kidul Kurang Pasokan Ikan Lele"

  1. sarjoni October 18, 2013 at 4:01 am -

    Dijambi gairah masyarakat untuk mengembangkan bisnis perikanan terutama ikan lele masih rendah, karena masyarakat dimanjakan oleh alam.

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.