Produksi Budidaya Ikan Tulungagung Naik Signifikan

Gurami Jepun

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat Produksi ikan di Tulungagung mengalami kenaikan sangat signifikan. Pada tahun 2011 produksi ikan Patin baru mencapai 345 ton, kemudian pada 2012 menjadi 4.948,65 ton, atau naik 1000 persen.Sedangkan Gurame pada 2011 menghasilkan 6.855 ton, sementara di tahun 2012 mencapai 13.571 ton.

“Tulungagung merupakan kawasan minapolitan perikanan budidaya. Kabupaten ini memiliki 4 komoditas utama yaitu patin, lele, gurame, dan ikan hias. Untuk komoditas patin dan lele cukup besar hasil panennya, Bahkan lele dan patin Tulungagung dapat memenuhi kebutuhan ikan di berbagai daerah di Indonesia,”jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat menghadiri acara Pembinaan Terpadu KKP di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, dalam rilisnya yang diterima satu news.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk gurame mencapai 10 ton per hari. Total produksi ikan dari 4 komoditas 21.090 ton pada 2011 dan naik menjadi 28.367 ton pada 2012. Gurame menjadi kontributor terbanyak terhadap nilai produksi tertinggi pada 2011 mencapai Rp 191,94 juta dan pada 2012 mencapai Rp 416,92 juta. Total hasil panen mencapai Rp421,56 juta pada 2011 dan naik menjadi Rp591,25 juta pada 2012.

“Hasil panen dikirim ke berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Sumatera, Bali serta beberapa wilayah lain,”imbuhnya.

Menurut Slamet, kawasan minapolitan perikanan budidaya di Tulungagung telah menjadi kawasan industrialisasi. Sektor hulu telah terjntegrasi dengan sektor hilir dengan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan.

Untuk itu, KKP akan terus memperkuat infrastruktur pendukungnya, seperti jalan produksi, saluran air dan jaringan listrik. Demikian juga dukungan sektor lain sangat diperlukan. Mulai dari PLN, Kementerian PU dan perbankan, akan menjadikan Tulungagung menjadi kawasan industri perikanan yang lengkap.

“Perputaran uang dikawasan Minapolitan Tulungagung juga sudah cukup besar. Bahkan untuk transaksi pembudidaya gurame, patin dan lele di perbankan mencapai lebih dari Rp 3 milyar. Ini membuktikan perikanan budidaya sudah bankable dan menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

KKP juga memberi bantuan kepada kelompok pembudidaya berupa bantuan program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Bantuan PUMP perikanan budidaya diberikan kepada 18 kelompok dengan total Rp1,17 miliar. (Sumber : Satunews)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response