Musim pancaroba ternyata berpengaruh terhadap usaha pembibitan ikan. Nafsu makan ikan jadi berkurang dan berdampak terhadap berat badan.
Seperti yang terjadi pada kelompok petani ikan ‘Mina Jaya’ yang ada di Dusun Kaliwaru Desa Selomartani Kecamatan Kalasan Sleman. Kurangnya pasokan air ternyata membuat proses pembesaran menjadi sulit. Petani juga terpaksa mengurangi porsi makan ikan karena kalau kebanyakan ikan justru akan mati.
“Airnya sekarang digilir satu kali seminggu. Tidak lancarnya air berpengaruh terhadap nafsu makan ikan. Kalau biasanya satu kolam bisa dikasih pakan lima kilogram, sekarang jadi tiga kilogram. Kalau makannya kebanyakan bisa mati,” kata Sudiyanto (40) salah satu anggota kelompok tani kepada KRjogja.com di kolamnya, Selasa (24/9/2013).
Sudiyanto menambahkan, cuaca yang panas di siang hari dan dingin ketika malam, juga cukup mempengaruhi proses pembibitan ikan nila. Ikan cenderung memilih berada dipermukaan air karena tidak tahan panas. Mulutnya juga dibuka-buka untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Ketika kondisi air lancar, ikan akan memilih berada di dekat air yang mengalir.
Ketika malam, ikan juga kekurangan oksigen karena air tidak maksimal. Ketika siang hari ikan tidak mau makan jika belum terkena sinar matahari. Dalam keadaan normal, ikan bisa diberi makan sampai tiga kali. Sedangkan sekarang seringnya hanya dua kali sehari. Itupun porsinya juga berkurang.
“Kurangnya makan secara otomatis berpengaruh terhadap timbangan. Kalau biasanya satu ekor benih bisa mencapai 20 gram, sekarang tinggal 8-9 gram perekor,” jelasnya. (Sumber : KR Jogja)

















