Sosoknya terlihat low profile. Namun siapa sangka Mugiyono adalah juragan bibit lele terbesar di Jawa Tengah. Jutaan bibit lele mampu ia produksi setiap bulannya yang selanjutnya akan diambil penjual bibit lele langganannya.
Untuk memproduksi bibit lele tersebut Mugiyono menggunakan lahan sendiri seluas sekitar 6 hektar. Selain itu Mugiyono juga menggandeng petani plasma supaya kontinuitas pasokan bibit lele bisa terjaga. Untuk menjaga kualitas bibit lele yang dipelihara petani plasma, Mugiyono cukup mengawasi pola pemeliharaan hingga pemanenan bibit lele tersebut.
Meski menuai sukses dari usaha pembibitan lele, namun bukan berarti semua dapat diraih dengan mulus. Pengalaman dari pria yang akrab disapa Mugi ini pada musim pancaroba biasanya pembenihan lele akan menghadapi banyak kendala. Jika tidak cermat mengantisipasi bisa berakibat gagal panen benih lele. Panen yang biasanya dapat mencapai 70-90 % bisa anjlok hingga tinggal 30 % saja benih lele yang bertahan hidup.
Benih lele lainnya bisanya mati atau tidak tumbuh normal (jawa : kecenthet) akibat cuaca yang dingin di musim pancaroba. Cuaca dingin menjadikan energi ikan habis untuk bertahan hidup sehingga pertumbuhan tidak maksimal.
Namun dengan teknologi tertentu kendala pembenihan lele di musim pancaroba tersebut kini relatif bisa diantisipasi. Rahasianya terletak pada pengelolaan air kolam menggunakan probiotik. Seminggu sekali Mugi menebarkan probiotik khusus untuk mejaga kualitas air kolam agar tetap ideal untuk ikan lele. Selanjutnya untuk pakan, Mugi juga menambahkan probiotik yang khusus diperuntukkan untuk campuran pakan.
Aplikasi probiotik ini juga diterapkan pada pembesaran lele supaya ikan tumbuh lebih cepat, ukuran seragam, daya tahan hidup tinggi serta lebih tahan terhadap stres dan penyakit.
Pemberian probiotik akan membuat plankton tumbuh subur dan menjaga air tetap hangat. Perbedaan suhu yang terlalu mencolok antara siang dan malam dapat diredam sehingga air kolam tetap ideal untuk ikan lele.
Sukses menjadi juragan benih lele, jelas Mugi, tidak diperolehnya dengan mudah. Kuncinya terletak pada keuletan, ketelatenan dan kontinuitas. Banyak yang mencoba mencoba usaha pembenihan lele namun kemudian macet di tengah jalan. Penyebabnya tidak bisa menjaga kesinambungan dan juga kurang sabar dalam menghadapi kendala. (kr)



















klo yg jual bibit magseer di wilyah magelang di mana ya gan? mhn pencerahannya..