Selain dijual dalam bentuk Ikan Segar dan Fillet, Ikan Patin ternyata bisa diolah menjadi biskuit yang kaya protein. Bisnis biskuit Ikan Patin ini salah satunya dikembangkan oleh Nirmala Larasati.
Bertempat di Bogor, Jawa Barat, ia mengembangkan usaha pembuatan biskuit dari ikan patin sejak tahun lalu. Saat ini, ia bisa menjual 200 bungkus biskuit ikan patin dalam sepekan.
Biskuit Ikan Patin kreasinya dijual seharga Rp. 30.000, 00 untuk 1 bungkus biskuit ikan patin 500 gram. Dari usaha biskuit ikan patinnya, Nirmala membocorkan bahwa omzet yang ia dapatkan mencapai 20 juta per bulan.
Mengusung merek Crisptin, konsumen biskuit ikan patin kreasi Nirmala berasal dari wilayah di Jabodetabek, Bandung hingga Semarang. Sekitar 40 % penikmat biskuit ikan patin tersebut berasal dari Jakarta.
Untuk mengolah ikan patin menjadi biskuit, Nirmala terlebih dahulu mengolah ikan patin menjadi tepung ikan. Tidak seluruh bagian ikan patin bisa diolah menjadi tepung ikan, Nurmala harus memisahkan kulit ikan, duri serta isi perut terlebih dulu. Hanya bagian daging ikan patin serta kepala saja yang bisa diolah untuk menjadi tepung.
Bila tepung sudah jadi, proses akan berlanjut dengan membuat biskuit berbahan baku tepung dari ikan patin.
Saat ini, Nirmala mampu mengolah sekitar 500 kilogram (kg) tepung ikan patin. Ia mendapat pasokan ikan patin dari pembudidaya ikan patin di wilayah Bogor.
Selain Nirmala, ada Rudianto yang juga merintis usaha membuat biskuit ikan patin sejak Februari 2011 lalu. Walaupun terbilang baru, Rudianto sudah mampu memproduksi 300 kg biskuit ikan patin yang dijual dalam kemasan plastik.
Untuk satu kilogram biksuit ikan patin, Rudianto menjualnya seharga Rp 45.000. “Konsumen saya baru dari Jabodetabek,” terang pemilik CV Solo Karya di Sukabumi ini.
Selain memiliki kandungan protein, Nirmala mengklaim biskuit ikan patin itu memiliki asam amino, asam lemak esensial, vitamin serta mineral. Selain itu, biskuit ikan patin juga mengandung kalsium tinggi yang sangat baik untuk anak-anak.
Biskuit ikan patin bermanfaat bagi kesehatan usia lanjut yang membutuhkan pasokan kalsium yang lebih banyak. (Kontan)

















