Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Sleman dalam beberapa waktu terakhir, mempengaruhi produksi ikan hingga 40 persen. Selain itu ikan juga rawan penyakit seperti jamur dan bakteri.
Beberapa petani ikan di Dusun Blendangan Desa Tegaltirto Kecamatan Berbah Sleman mengaku, was-was dengan situasi seperti ini. Apalagi sekarang seharusnya cuaca sedang bagus-bagusnya dan waktunya ikan bertelur.
Handono (34) salah satu petani ikan mengaku memberikan garam pada ikan peliharannya. Itu dimaksudkan agar kandungan asam pada air hujan bisa langsung terurai. Garam sendiri memiliki fungsi untuk membunuh kuman yang bisa menimbulkan bakteri serta jamur. Garam diberikan terutama kepada ikan yang berada dalam kolam kecil. Sebab hujan dengan intensitas tinggi terkadang mampu mengganti air dari kolam itu.
“Kalau kolamnya besar tidak diberi garam tidak masalah. Sebab komposisi antara air hujan dengan air kolam masih banyak air kolam. Mengenai takarannya, lima kilogram garam diperuntukkan untuk 1 meter3 air. Kalau sampai garamnya kurang maka tidak akan ada reaksi. Namun kalau sampai kelebihan garam, ikannya bisa mati. Jadi harus benar-benar pas takarannya,” katanya ketika ditemui KRjogja.com di kolam ikan miliknya, Senin (26/8/2013).
Pemilik usaha Handkoi ini mengaku kewaspadaan harus diperhatikan terutama ketika masa peralihan dari kemarau ke hujan. Sebab intensitas hujannya cenderung tinggi. Sehingga hampir setiap hari dia harus memberikan garam kepada ikan koi peliharannya. Biasanya dia sampai stok hingga 2 kuintal garam yang bisa habis dalam sebulan. (Sumber : KR Jogja)

















