Tips Singkat Budidaya Ikan Maskoki

budidaya ikan maskoki

Budidaya ikan maskoki diam-diam memiliki potensi yang menggiurkan. Selain mudah dilakukan, budidaya ikan maskoki juga tidak memerlukan lahan yang luas dan modal yang besar. Berikut adalah tips singkat budidaya ikan maskoki bagi anda yang ingin memperoleh pendapatan tambahan dari bisnis ini.

Tempat budidaya ikan maskoki bisa berupa aquarium, kolam semen atau bak fiber. Hal yang penting diperhatikan adalah kualitas air yang selalu terjaga dengan baik. Untuk menjaga kualitas air untuk ikan maskoki bisa dilakukan dengan sistem filtrasi yang baik dan penggantian air minimal dua kali seminggu tergantung kondisi air.

Air untuk budidaya ikan maskoki harus mengandung cukup oksigen terlarut dan bebas kandungan amonia. Perhatikan padat tebar ikan maskoki yang dipelihara. Padat tebar yang tinggi dapat menyebabkan tempat budidaya sesak, kandungan oksigen kurang dan konsentrasi amonia meningkat akibat banyaknya tumpukan kotoran ikan. Hal ini dapat menyebabkan kematian ikan maskoki.

Jika anda ingin memijahkan ikan maskoki, pastikan anda menggunakan induk yang terseleksi. Induk maskoki yang baik biasanya telah memasuki usia 8 bulan serta sudah matang gonad. Selain itu induk maskoki yang baik bisa diamati dari fisiknya yakni berukuran minimal sebesar telur itik, memiliki kepala kecil, tubuh bulat, sisik tersusun rapi, tidak cacat serta ketika berenang ekor dan siripnya terlihat tegak.

Induk maskoki jantan biasanya pada sirip dada memiliki bintik bulat yang menonjol dan kasar ketika diraba. Ciri lainnya, induk maskoki jantan yang sudah siap memijah akan mengeluarkan cairan berwarna putih ketika diraba pada bagian genitalnya.

Sementara pada induk betina, pada sirip dada terdapat bintik-bintik yang halus ketika diraba. Induk maskoki betina yang siap memijah perutnya terlihat gendut, lembek dan lubang genitalnya berwana kemerahan serta jika diurut akan keluar cairan kuning bening.

Pemijahan ikan maskoki dilakukan di media yang airnya telah diendapkan minimal selama 24 jam. Tambahkan enceng gondok sebagai tempat ikan maskoki bertelur. Selanjutnya masukkan induk maskoki yang telah terseleksi. Waktu yang baik untuk memasukkan induk maskoki adalah sore hari.

Pemijahan ikan maskoki sendiri biasanya berlangsung pada malam hari. Pagi hari setelah proses pemijahan, telur ikan maskoki akan menempel pada akar enceng gondok. Karena telur ikan maskoki tidak perlu dierami maka induk ikan maskoki bisa dipindahkan ke tempat penampungan induk. Sekitar 2-3 hari kemudian telur ikan maskoki ini akan menetas.

Hingga hari ke-3 setelah menetas, larva ikan maskoki tidak perlu diberi makan karena sudah mendapatkan makan dari cadangan kuning telurnya. Pada hari ke-4 berikan pakan alami seperti kutu air yang telah disaring. Jika tidak tersedia kutu air, larva ikan maskoki bisa diberi pakan berupa kuning telur yang direbus.

Setelah berusia sekitar 15 hari, larva ikan maskoki diberikan pakan cacing sutera dan kutu air secara bergantian. Selanjutnya hingga larva ikan maskoki bisa memakan cacing sutera sepenuhnya maka pemberian kutu air bisa dihentikan.

Panen bisa dilakukan ketika usia memasuki 22 hari - 1 bulan. Pada fase ini, ikan maskoki sudah bisa dijual sebagai benih/bibit.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Tips Singkat Budidaya Ikan Maskoki"

  1. Mandiri Balon December 22, 2012 at 7:19 pm - Reply

    cantikkkk

Leave A Response