Ribuan ikan jenis gurami, lele, nila milik warga Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai mati secara tiba tiba. Akibatnya para peternak kerambah di aliran sungai di desa tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Menurut pemilik kerambah ternak ikan yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa air sungai menjadi hitam dan sangat bau, sehingga mereka menduga luapan pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) Adolina dibuang ke sungai .
Begitu air sungai menjadi hitam dan sangat bau, ribuan ikan yang diletakkan di kerambah menjadi mati. Bahkan air sumur kondisinya sama.
Ditambahkan, kata Kepala Desa Kota Pare Supriadi (48) ternak ikan dengan kerambah sesuai dengan anjuran pemerintah dengan sistem memakai kerambah di aliran sungai untuk menambah penghasilan, dan kami dari pihak desa sudah memberitahukan kepada pihak perkebunan PTPN IV Adolina,agar untuk membuang limbah sawitnya di daerah sungai sebelah, karena tempat sungai ini sudah dibuat dan kelola olah warga,ada sekitar 22 kerambah ikan dengan jenis ikan Nila,ikan mas dan ikan lele jumbo dengan modal setiap kerambahnya berkisar Rp 1. 5 juta.
Kenyataan ini, membuat para peternak ikan kerambah menjadi rugi dan kesal, dan mereka meminta pihak PKS Adolina bertanggung jawab.S ementara itu, Humas PKS Adolina, Juliadi ketika dihubungi melalui telepon seluler mengatakan sudah ada kesepakatan dengan warga dengan ganti rugi. “Sudah ada musyawarah dengan pemilik kerambah dengan ganti rugi,” katanya sembari mengakui masalah ini disebabkan kelalaian pihaknya.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Sergai, Drs Safarwin dan stafnya langung meninjau lokasi yang tercemar dan menyelidiki sumber pencemaran sungai tersebut bersama timnya. “Kita akan surati pihak kebun untuk mencari solusinya agar tidak terus terulang,” katanya. (beritasore)

















