Peternak ikan di kawasan Padangbelimbing, Kotosani, Kabupaten Solok, cemas terhadap ancaman penyakit Koi Herpes Virus (KHV), alias Herpes.
Untuk itu, kemarin (18/10), Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan vaksinasi massal terhadap induk ikan mas peliharaan warga.
Vaksinasi dilakukan pada sejumlah tambak warga di areal Kapalobanda di Padangbelimbing. Petugas memakai pola perendaman, yaitu merendam induk-induk ikan dalam kolam yang sudah diberi obat. Tahapan ini tahapan ketiga setelah tahap karantina dan pemberokan/puasa.
Koordinator tim, Nurzein menuturkan, bila tidak dicegah, serangan virus KHV yang berjangkit pada tambak warga bisa berakibat fatal dan berpotensi mematikan 80-100 persen.
Tahun sebelumnya, ribuan ikan di daerah sentra penghasil bibit ikan air tawar itu dilaporkan mati dan petani pun merugi.
“Berjangkitnya virus ini ditandai ikan cenderung berada di atas permukaan air, bergerak tidak terarah, dan lemah. Kemudian, ada kerusakan pada selaput insang, kulit melepuh, mata masuk ke dalam, muncul bercak putih pada kulit.
Kematian terjadi 6-14 hari setelah infeksi. Sebelum kondisi ini terjadi, ikan mesti segera divaksin,” terang Nurzein.
Peternak ikan juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan karena bisa berisiko terhadap kesehatan ikan.
Seperti gangguan amoniak akibat penumpukan pakan ikan telah membusuk di dasar kolam, hingga memicu berkembangnya bakteri. Serangan bakteri tak jarang pula akan menjadi ancaman serius bagi petani.
Vaksinasi diberikan gratis terhadap 80 induk ikan mas dengan usia rata-rata 2 tahun, berat 3 kg, diikuti sejumlah kelompok tani.
Sengaja dipilih induk ikan, karena selama ini induk ikan cukup rentan terkena wabah penyakit KHV. Apabila divaksin secara terpadu, tingkat kematian induk ikan dapat ditekan.
Kemudian, benih-benih ikan yang diproduksi nantinya dapat lebih terjamin tahan oleh virus KHV, dan segala bentuk ancaman penyakit yang mengkhawatirkan. (t/padang ekspress)

















