Tanggul Lewinangka yang terletak di Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang yang jebol beberapa bulan yang lalu belum diperbaiki. Akibatnya harga benih ikan di Kabupaten Subang melambung tinggi dan juga mengancam ribuan hektar areal pesawahan di tiga Kecamatan kekeringan.
Pemilik tambak ikan tawar mas di Desa Haniwung, Kecamata Pagaden Barat, Abdul Rosid, menuturkan, bahwa tanggul Lewinangka merupakan tanggul utama yang menyalurkan air ke arel pesawahan dan tambak ikan ke tiga kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pagaden Barat, Kecamatan Pagaden, dan ke areal pesawahan yang berada di Kecamataan Subang.
Apabila tanggul tidak segera diperbaiki maka akan mengancam areal pesawahan di tiga kecamatan tersebut menjadi kekeringan. Bahkan, dampak tanggul jebol itu, saat ini sudah dirasakan oleh ratusan pemilik tambak atau pembudidya benih ikan tawar mas di Desa Haniwung.
Para pembudidya benih tawar mas saat ini sudah mengalami kekurangan air untuk membudidaya ikan.” Air masih ada cuma debitnya sudah mulai menyusut, apalagi kita berebut air dengan pemilik sawah,” ujarnya, Kamis (1/5)
Akibatnya, tutur Rosid, para pembudidya ikan tawar tidak bisa membudidaya ikan secara maksimal. Biasanya satu kolam bisa membudibaya sebayak 6 kuintal sampai satu ton ikan, saat ini paling maksimal satu kolam hanya bisa membudidya 2 sampai 5 kuintal benih ikan.
“Debit airnya kecil, jadi kalau kita paksakan nanam seperti biasa, maka ikan-ikan akan mati,” paparnya.
Selain tidak bisa memaksimalkan penanaman, lanjut, pemudidaya ikan lainya, Carlam,32, menyebut perkembangan ikan menjadi lambat.
Untuk itu, pihaknya tak bisa memenuhi permintan ikan bagi para pemudidya ikan tawar mas yang di kolam ikan terapung Jatiluhur, Saguling dan beberapa pemudidaya ikan yang ada di Kabupaten Subang selatan.
“Permintan pembudidaya ikan saat ini memang tinggi, namun kita hanya bisa memenuhi 5 kuintal benih ikan tawar mas setiap minggunya,” katanya.
Karena pasokanya sedikit, maka harga benih ikan tawar mas menjadi tinggi, di mana ukuran satu kilogram seratus ekor dibanrol Rp 31 ribu per kilogramnya.” Kalau harga normalnya 19 sampai 20 ribu per kilogramnya,” paparnya.
Carlam menambahkan apabila tanggul utama tak segera diperbaikai dan saat ini sudah memasuki kemarau, tak menutup kemungkinan ribuan hektar areal pesawahan akan terancam kekeringan dan ratusan pembudiya ikan akan terancam gulung tikar.
“Kita harapakan pemerintah bisa segera memperbaiki tanggul itu,” paparnya.
Melambungnya harga benih ikan tersebut, dibenarkan oleh, sekretaris Kelomopok Budidaya Ikan Tawar Mas Ka-Bita Subang, Atang Suhanda. Melambungya harga benih ikan itu sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu.
“Kami selaku pelaku pembesaran ikan tawar mas,kesulitan mencari benih ikan, selain itu harganya nyaris tiap minggu mengalami peningkatan,” paparnya
Untuk ikan benih ikan tawar mas ukuran 70 atau 100 ekor perkilogram harganya Rp 31 ribu. Sementara harga normalnya Rp19 ribu sampai Rp 20 ribu perkilogramnya. (Sumber : InilahKoran)

















