Satu Jam Ditebar, Ribuan Bibit Ikan Mati

nilamati

Ribuan ikan ditemukan mati terapung di keramba di Sungai Baba, Dusun Karang Sari, Desa Sisumut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sabtu (16/6). Penyebabnya diduga akibat pencemaran limbah pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Nubika Jaya yang berada di desa itu.

Salah seorang anggota kelompok tani peternak ikan keramba, Serianto (33) mengatakan, kematian ikan keramba yang mereka pelihara di Sungai Baba itu sudah yang keempat kalinya terjadi sejak bulan April lalu. Mereka tidak menyangka peristiwa yang merugikan mereka dalam jumlah besar ini akan terulang.

Serianto menambahkan, begitu bibit ikan nila dan ikan mas dimasukkan ke dalam keramba, ikan tersebut hanya dapat bertahan selama satu jam dan langsung mati. “Ternyata kondisi air sungai ini lebih parah dari sebelumnya. Dimasukkan ikan, satu jam kemudian sudah mati semua ikannya. Kalau dulu masih bertahan hidup lebih lama,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Tani (Koptan) Usaha Mulia Bina Yayasan Labusel Membangun (UMBYLM) R Hartono mengatakan, mereka akan menempuh tiga hal sebagai upaya penyelesaian dugaan pencemaran Sungai Baba dari limbah PT Nubika Jaya. Langkah yang akan dilakukan yakni, kalau Badan Lingkungan Hidup (BLH) tidak menyelesaikan kasus itu, anggota kelompok tani akan membuat gugatan class action ke Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

Petani juga akan menyurati Menteri Lingkungan Hidup dan memblokir aliran limbah yang keluar dari PT Nubika Jaya. “Masyarakat sudah meminta untuk memblokir limbah PT Nubika Jaya. Biar tidak ada polemik lagi. Kami juga siap dan sudah mengajak perusahaan untuk debat terbuka,” katanya.

Sementara Humas PT Nubika Jaya, Asef membantah tudingan warga. Menurutnya kematian ikan para petani keramba ikan tidak ada kaitannya dengan pihaknya. Terpisah Kepala BLH Pemkab Labusel Efendi Tanjung ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum bisa memberikan komentar terkait kematian ribuan ikan warga yang diduga akibat pencemaran Sungai Baba tersebut. “Belum dapat saya komentari itu, tapi nanti anggota saya akan turun ke lokasi,” katanya (mhr/metrosiantar)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.