Pasar Ikan Dangkel Temanggung Belum Optimal

pasarikan

Pengelolaan Pasar Ikan yang berlokasi di desa Dangkel Kecamatan Parakan hingga saat ini terlihat masih belum optimal. Pasar Ikan Dangkel masih terlihat sepi dari aktivitas perdagangan, kondisi bangunan di pasar tersebut juga masih memprihatinkan.

Dari pantuan, Selasa (19/6) sejak diresmikan pada tahun 2007 yang lalu, kondisi Pasar Ikan Dangkel belum sesuai dengan tujuan didirikan-nya pasar ikan tersebut. Kondisi bangunan pun terlihat sangat memprihatinkan, atap-atap terlihat masih bolong baik di los pasar maupun di dalam sentra jual beli pembibitan.

Kegiatan jual beli di pasar tersebut juga masih sepi, dari 24 los untuk penjualan benih dan 25 los untuk penjualan ikan konsumsi hanya ada 8 los yang dimanfaatkan oleh pedagang. Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang yang masih bertahan di pasar tersebut. Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang, Sumarti, kondisi pasar sangat sepi.

“Upaya Pemkab untuk meramaikan Pasar Dangkel ternyata belum terbukti. Kalau terus dibiarkan begini dirinya beserta pedagang yang lain bisa mengalami gulung tikar,” katanya.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupatan Temanggung M. Hadi dikantornya, tadinsiang menjelaskan untuk menangani kondisi pasar ikan yang rusak sejak Mei lalu dilakukan Renovasi . Anggaran yang dialokasikan sekitar 80 juta rupiah dan diharapkan secepatnya rampung sehingga terwujud pasar yang representatif.

Dia menambahkan usaha budidaya ikan di Parakan dalam beberapa tahun belakangan ini juga berkembang cukup pesat. Oleh karena itu digagas Parakan menjadai kawasan minapolitan. Hal itu didesain dengan daerah penyangga yang terdiri atas 9 titik. Meliputi Kecamatan Tembarak, Selopampang, Temanggung, Tlogomulyo, Kedu, Bulu, Ngadirejo, Candiroto, dan Wonoboyo.

Menurut dia, saat ini Kabupaten Temanggung telah memiliki 261 unit pembenihan rakyat (UPR). Dari ratusan UPR itu, 237 unit diantaranya dikelola secara perorangan dan sisanya oleh kelompok. Selain itu, terdapat pula dua puluh kawasan perikanan yang tersebar di 17 kecamatan, serta delapan karamba jaring apung di Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan. Diutarakan, seluruh potensi yang ada itu akan terus dikembangkan untuk mendukung keberhasilan program minapolitan. Namun diakui, masih ada beberapa kendala seperti lemahnya SDM. (kr)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.