Harga ikan, terutama ikan nila di kawasan Batulicin sejak beberapa bulan terakhir terus mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat sejumlah konsumen ikan mengeluh karena mahalnya harga ikan. Menurut beberapa pedagang, kenaikan harga dipicu minimnya pasokan, sementara permintaan cukup banyak.
Hal inilah yang membuat harga ikan mengalami kenaikan. Seperti ikan nila yang mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per kilogramnya. Sarifah, salah satu penjual ikan menuturkan, kenaikan ikan sudah terjadi sejak dua bulan lalu, terutama ikan nila yang hingga sekarang tidak mengalami penurunan.
Sekarang rata-rata kenaikan ikan nila berkisar antara Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogramnya. “Sudah 2 bulan ini harga ikan nila naik Rp5.000 dan tidak pernah turun,” Sarifah yang berjualan di pasar harian Batulicin.
Sarifah mengaku, membeli ikan nila langsung dari Martapura. Tapi karena pasokannya tidak banyak, sehingga ia kekurangan stok. Sementara permintaan cukup tinggi. Hal ini membuat ia terpaksa menaikkan harga ikan.
Diakui Sarifah, penjualan ikan sangat tinggi. Ia dapat menjual 50 kilogram ikan nila setiap harinya, dengan keuntungan sebesar Rp4.000 per kilogramnya. Sekarang ini harga nila sudah mencapai Rp35 ribu per kilogramnya.
“Mahalnya harga, karena harus membeli ke Martapura. Sebenarnya pernah pesan di Cikdam Sungai Dua Simpang Empat Batulicin, di sana ada penangkaran nila. Namun sekarang tempat tersebut sudah tidak bisa memenuhi permintaan pedagang dalam jumlah besar,” pungkasnya. (radarbanjarmasin)

















