Potensi pengembangan bibit ikan Sidat di Muara Sungai Lariang desa Bambakoro Kecamatan Lariang Matra dinilai cukup besar.
Jika Pemkab fokus, ikan dengan nama latin Ordo Anguilliformes itu, bisa menjadi ikon bagi Matra.
Kepala Bidang Budidaya dinas Perikanan dan Kelautan Matra Andi Nasriadi menyatakan, prospek ekonominya cukup baik karena memiliki nilai jual fantastis, mencapai ratusan ribu perkilogram.
“Ikan ini muncul di sungai-sungai usai bertelur di muara Sungai Lariang, dan kemunculannya dua kali sebulan. Ikan Sidat biasanya muncul muara sungai dengan skala besar. Masyarakat kita kadang menangkap hingga ratusan kilogram,” papar Nasriadi, Selasa 5 November.
Untuk menjaga kelestariannya dan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal, pemerintah diharap turun tangan karena masyarakat menangkap ikan ini masih dengan cara tradisional.
“Ikan sidat ini sudah lama ada di Matra, hanya saja sasaran pemasarannya belum jelas sehingga belum ada yang mau mengembangkan,” imbuh Nasriadi.
Sidat merupakan kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular, namun memiliki sepasang sirip. Ada yang menyebut sirip sidat ini sebagai “telinga”.
Habitat Sidat ini biasanya banyak ditemukan di daerah rawa-rawa atau parit-parit yang agak dalam, terutama sungai-sungai yang bermuara langsung ke laut.
Menurut Nasriadi, nilai jual komoditi tersebut bisa mencapai ratusan ribu perkilogramnya.
“Di Matra ikan sidat dijual Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu perkilogramnya. Kalau di Manado, mencapai ratusan ribu,” ujarnya. (Sumber : Radar Sulbar)

















