Pemkab Kulonprogo optimistis target produksi perikanan budidaya mencapai 13.300 ton per tahun. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu sebesar 12.115 ton. Mendukung target tersebut Dinas Kelautan Perikanan Peternakan (Kepenak) Kulonprogo siap membantu.
Demikian terungkap dalam acara penyerahan bantuan 20.000 bibit ikan nila oleh Wagub DIJ Paku Alam IX kepada kelompok perikanan Mina Rahayu di Kedung Jurug, Dusun Kwarakan, Sidorejo, Lendah.
Wabup Kulonprogo Sutedjo mengatakan mengoptimalkan produktivitas baik dari segi perikanan tangkap maupun ikan budidaya. Produksi akan terus bertambah seiring pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta.
Sutedjo mengatakan pemkab berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Bantuan benih diharap mendukung peningkatan produksi perikanan air tawar guna memenuhi kebutuhan konsumsi di Kulonprogo dan DIJ.
“Untuk memenuhi kebutuhan ikan DIJ kami masih mendatangkan dari daerah lain. Kami harus bisa meningkatkan produksi ikan karena kebutuhan ikan masih terbuka lebar,” ujarnya.
Paku Alam IX mengimbau kelompok perikanan memikirkan manajemen usaha. Mulai pembibitan, perawatan hingga pemasaran. “Dibutuhkan kreativitas peternak menekan biaya produksi, misalnya pembuatan pakan berbahan lokal,’’ kata wagub.
Sekretaris Dinas Kepenak Kulonprogo Sudarno optimistis target 13.300 ton tercapai. Dinas akan mendukung dengan fasilitasi dan bantuan benih ikan bagi setiap kelompok dalam bentuk paket terdiri benih ikan, terpal dan pakan. “Saat ini realisasinya baru 40 persen dan berjalan sesuai tahapan,”ujarnya.
Dukungan bagi kelompok juga dilakukan dengan memberi bantuan uang yang akan dibelanjakan langsung oleh kelompok. Sedangkan bantuan benih disesuaikan proposal yang diajukan kelompok.
Dalam kesempatan itu juga diberikan bantuan 60 paket benih lele, masing-masing 2.000 ekor pada 30 kelompok. Selain itu bantuan pakan sebanyak 210 kilogram serta 15 unit pompa air dan terpal.
Ketua Kelompok Mina Rahayu Pono mengaku bantuan tersebut merupakan pengajuan kelompoknya. Dia memilih bibit nila karena memiliki nilai ekonomi tinggi dibanding lele. Mina Rahayu memiliki 24 kolam yang ditebar dengan berbagai jenis ikan seperti gurame, lele dan nila.

















