Kolam terpal dengan alas sekam ini merupakan inovasi dari Wagiran, pembudidaya Gurami Kolam Terpal dari Kulon Progo Yogyakarta. Penggunaan alas sekam pada kolam terpal terbukti ampuh untuk meredam fluktuasi suhu air kolam.
Fluktuasi suhu memang merupakan salah satu kendala bagi para pembudidaya gurami. Jika suhu air kolam terlalu rendah atau terjadi perubahan suhu yang terlalu tajam antara siang dan malam maka gurami akan stress dan rentan terserang penyakit.
Ciri-ciri gurami stres bisa diamati dari gerakan dan nafsu makannya. Gurami stres biasanya gerakannya menjadi lamban, cenderung berada di permukaan kolam dan malas makan.
Untuk meredam fluktuasi suhu air kolam sekaligus menjaga suhu air kolam tetap pada kisaran ideal, Wagiran dan kawan-kawan menggunakan alas sekam pada kolam terpal tempat gurami dibudidayakan. Pada saat pembuatan kolam, terlebih dahulu sekam dihamparkan sebagai alas terpal.
Pengalaman Wagiran, ketebalan sekam yang dihamparkan berbeda-beda tergantung ketinggian lokasi tempat budidaya gurami. Lokasi budidaya gurami yang berada di ketinggian hingga 500 meter dpl membutuhkan ketebalan sekam sekitar 10 cm. Sedangkan lokasi yang berada pada ketinggian 500-800 meter dpl, ketebalan sekamnya sekitar 15-20 cm.
Pada saat musim kemarau, alas sekam tersebut perlu disiram setiap satu minggu sekali. Tujuannya adalah agar terjadi proses pembusukan sekam. Proses pembusukan sekam inilah yang kemudian menghasilkan panas sehingga suhu air di dalam kolam tetap hangat dan berada pada kisaran ideal untuk budidaya gurami.


















