Ikan discus (Simpisodon Discus) yang berhabitat asli di sungai Amazon ini dijuluki sebagai ‘The King Of Aquarium’. Dengan bentuk tubuh pipih tipis dan guratan warna tubuh yang menarik serta gerak yang anggun dan tenang menjadikan Ikan Discus banyak diburu untuk dipelihara sebagai hiasan.
Inilah yang membuat permintaan ikan discus cukup tinggi di pasaran. Sehingga budidaya ikan discus bisa menjadi salah satu pilihan peluang usaha yang menguntungkan. Salah satu pembudidaya ikan discus yang sudah berhasil adalah Doddy Ito.
Menurut Doddy Ito budidaya ikan discus tidaklah rumit. Hanya saja ada hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya Discus, yakni kondisi air yang bersih, tenang dan konstan sesuai dengan sifat ikan discus yang lembut dan tenang.
Untuk itu secara rutin aquarium harus dibersihkan dari kotoran dengan cara menyedotnya menggunakan selang. Penggantian air secara berkala juga perlu dilakukan. Semua aktifitas tersebut dilakukan dengan hati-hati dan perlahan agar tidak menimbulkan gejolak riak air yang terlalu besar.
Doddy Ito juga menyarankan agar selang yang digunakan untuk membersihkan kotoran dalam aquarium tidak dipakai secara bergantian, artinya setiap aquarium memiliki selang sendiri-sendiri. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit yang mungkin muncul.
Pemijahan Ikan Discus
Proses pemijahan ikan discus dimulai dari pemilihan bibit indukan yang baik dengan syarat-syarat ; tidak cacat, aktif, sehat, berumur lebih dari 1 tahun dan ukuran badannya proporsional. Ikan discus akan memilih sendiri pasangannya, dan setelah menemukan pasangannya baru pasangan ikan discus jantan dan betina itu dipisahkan dari kelompok dengan ditempatkan di aquarium pemijahan. Proses pemijahan biasanya terjadi selama 2 minggu dan dalam satu bulan ikan discus betina mulai bertelur.
Ada hal yang unik dari ikan discus, telur-telur yang dihasilkan setelah menetas menjadi larva akan menempel pada tubuh induknya untuk memakan lendir dari tubuh induknya. Telur-telur ikan discus umumnya menetas setelah berumur 2 – 3 hari. Anakan ikan discus dibiarkan menempel pada tubuh induknya sampai berumur +- 1 bulan.
Setelah usia satu bulan anakan ikan discus dipisahkan untuk ditempatkan dalam aquarium pembesaran. Satu indukan ikan discus biasanya bisa menghasilkan telur sekitar 100 buah dalam sekali proses pemijahan.
Pakan Ikan Discus
Makan ikan discus tidak banyak berbeda dengan makanan ikan hias jenis lainnya. Ikan discus bisa diberi pakan berupa cacing sutra, cacing darah ataupun pelet. Untuk larva meskipun sudah mendapatkan makanan dari lendir pada tubuh induknya bisa juga diberikan pakan tambahan berupa kutu air.
Potensi bisnis ikan discus
Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tidak begitu rumit ditambah biaya pakan yang tidak terlalu tinggi, ternyata ikan discus memiliki potensi bisnis yang sangat menggiurkan. Ini yang sudah dirasakan Doddy Ito, bagaimana tidak setiap harinya ia mampu menjual hingga ratusan ekor ikan discus anakan dengan ukuran besar +- 3 cm dengan harga mencapai Rp.20.000,- per ekornya untuk jenis bambu kuning.
Untuk jenis red melon Doddy Ito mengaku bisa menjual anakannya dengan harga 60 – 80 ribu per ekornya. Sedang untuk ukuran dewasa, sepasang ikan discus jenis bambu kuning dijual dengan harga +- 600 ribu rupiah dan bisa mencapai harga jutaan untuk jenis red melon.
Harga ikan discus bisa menjadi fantastis jika memenangi sebuah kontes, menurut Doddy Ito harga ikan discus juara kontes bisa mencapai puluhan juta rupiah. Pasar ikan discus juga terbuka luas. Selain pasar lokal, Doddy Ito juga mengaku kerap melayani permintaan dari manca negara seperti Singapura, Thailand bahkan Arab Saudi yang saat ini menurutnya sedang trend.


















