Kembangkan Agribisnis, Sulteng Naikkan APBD Sektor Perikanan

perikanansulteng

Alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah untuk sektor kelautan dan perikanan pada 2012 ini meningkat drastis yakni mencapai hampir dua kali lipat dibading tahun 2011.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo mengemukakan di Palu, Senin, tahun ini pihaknya mengelola APBD sekitar Rp52 miliar, naik dibanding 2011 sekitar Rp27 miliar.

Kenaikan yang signifikan ini merupakan wujud dari visi-misi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang akan mengejar ketertinggalan Sulteng melalui pengembangan agribisnis dan kelautan-perikanan.

“Visi Gubernur/Wagub periode 2011-2016 adalah menjadikan Sulteng sejajar dengan provinsi yang sudah maju di kawasan Timur Indonesia (seperti Sulsel dan Sulut) melalui sektor agribisnis dan kelautan-perikanan,” ujarnya.

Dana APBD tersebut, kata Hasanuddin Atjon akan membiayai tiga subsektor unggulan di sektor kelautan perikanan yakni pengembangan perikanan budidaya, perikanan tangkap dan industri pengolahan.

Program yang akan dilaksanakan antara lain peningkatan produksi melalui pemberian pelatihan dan keterampilan serta bantuan sarana dan prasarana, penguatan kelembagana nelayan serta meningkatkan industri pengolahan agar nelayan dan petambak menerima nilai tambah yang lebh tinggi.

“Jadi orientasi utama kita adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan atau petambak yang tentu akan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan juga pendapatan daerah,” ujarnya.

Hasanuddin Atjo juga mengemukakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana pengembangan produksi subsektor perikanan budidaya selama 2010-2014 tumbuh rata-rata 28% dan perikanan tangkap sekitar 10%.

Di sektor perikanan budidaya ini, produksi rumput laut menjadi komoditas paling diunggulkan dengan harapan tumbuh rata-rata 29% dari 700.000 ton basah pada 2010 menjadi 1,9 juta ton pada 2014.

Pada 2011 lalu, produksi rumput laut Sulteng tercatat 920.000 ton sehingga mampu menyamai produksi Sulawesi Selatan.

Sedangkan di sektor perikanan tangkap, terutama ikan tuna, produksinya tidak bisa digenjot terlalu tinggi karena keterbatasan nelayan dalam bidang sarana dan alat tangkap serta potensi tangkapan yang kian menurun karena beroperasinya kapal-kapal perikanan besar dari luar Sulteng.

Sementara industri pengolahan juga diarahkan ke usaha rumput laut agar produksi rumput laut Sulteng selama ini bisa diperdagangkan ke luar daerah atau ekspor dalam bentuk barang jadi atau paling tidak setengah jadi hasil industri lokal. (antara/yri)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response