Karang Taruna Gurinda Mandiri patut berbangga akan usahanya dalam ikut mengembangkan budidaya ikan di Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Pasalnya, usulan pengembangbiakan ikan dengan memanfaatkan lahan tidur atau tidak produktif yang ada di RT 34 Kelurahan yang dipimpin Drs Hari Murti itu disetujui oleh Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, usulan karang taruna untuk budidaya ikan disetujui. Bahkan, kita disuplai 10 ribu bibit ikan nila dengan varian terbaru berjenis Nila Sultana. Bibit ikan Nila Sultana ini dari Sukabumi. Kalo ikan lele, jenisnya sangkuriang,” kata Ketua Karang Taruna Gurinda Mandiri, Syaiful Anwar bersama sekretarisnya Widodo dan Ujang Syarifuddin, Rabu (6/6) kemarin.
Masih kata pria yang juga sibuk di Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini, penyerahan ikan nila jenis Sultana diterimanya langsung dari Muhammad Aradh dan Bardan. Keduanya merupakan staf budidaya Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Provinsi Kaltim itu hadir didampingi PPL DPKP Balikpapan Rudi Yakop.
“Dari 10 ribu bibit, kita siapkan delapan kolam. Dan, untuk budidaya di Gunung Samarinda dijadikan percontohan untuk perkembangan ikan nila jenis Sultana,” kata Syaiful didampingi koordinator Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan dan Pedesaan (PSP3) Balikpapan, Pansah. Dari sumbangsih bibit oleh DKP Provinsi dan DPKP Balikpapan itu, Syaiful mengatakan akan membagi 10 kolam yang ada sesuai dengan luas kolam.
Untuk diketahui, jenis nila Sultana berasal dari Sukabumi. Sultana merupakan varietas ikan nila unggulan hasil penelitian dan pengembangan di Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. “Keunggulan yang dimiliki nila jenis Sultana adalah memiliki kemampuan berkembang lebih cepat, lebih tahan penyakit, dan mampu beradaptasi dengan cepat dalam segala cuaca. Dan, sangat cocok dikembangkan di Balikpapan,” pungkasnya. (balikpapanpos)

















