Ikan sidat menjadi menu makanan mewah dengan harga yang lumayan mahal di Jepang. Oleh karena itu sejumlah pengusaha asal Jepang kini mencoba menjajaki kerjasama dengan pembudidaya sidat di Yogyakarta, untuk memenuhi pasar ekspor ke negeri matahari terbit tersebut.
Keberadaan ikan sidat di Yogyakarta yang salah satunya dihasilkan dari perairan selatan Jawa, ternyata menjadi perhatian pengusaha Jepang. Secara khusus pengusaha Jepang mencoba kualitas daging ikan sidat dari Yogyakarta tersebut, dengan mengolah daging sidat menjadi sate bakar. Untuk menjaga kenikmatan daging sidat ini, rombongan pengusaha yang memasak di rumah makan bale raos kamis malam, membawa sendiri juru masak dari Jepang.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UKM DIY, Riyadi Ida Bagus Salyo Subali mengatakan ketertarikan pengusaha Jepang terhadap ikan sidat dari Yogyakarta ini kerena, ikan sidat di Jepang sudah sangat langka. Sehingga menu makanan yang menggunakan ikan sidat di Jepang termasuk dalam kategori makanan mewah, dengan harga mencapai Rp 25 juta perkilogramnya. Kedatangan pengusaha jepang ini juga untuk memastikan bahwa sidat tersebut kualitasnya tidak berbeda jauh dengan sidat dari Jepang.
Menurut Kepala Badan Kerjasama Dan Penanaman Modal (BKPM) DIY, Supratikto, jika pengusaha Jepang benar benar tertarik terhadap sidat Yogyakarta, ini akan menjadi keuntungan bagi pembudidaya sidat di Yogyakarta. Sehingga budidaya ikan jenis ini akan terus di kembangkan untuk memenuhi pasar ekspor ke negara Jepang. (Hari Atmaja)




















Saya sudah budi daya sidat kurang lebih 1 tahun, kalau menjadi anggota gmn caranya supaya saya mudah mendapatkan bibit sidat. terima kasih.