Diperkirakan 100 ton ikan Nila atau dalam nama latin disebut Tilapia Nilotica dari kawasan Danau Toba diekspor ke berbagai belahan negara di Eropa dan Amerika. Ekspor ikan tersebut dilakukan PT Aquafarm Nusantara yang merupakan perusahaan modal asing (PMA) dari Swiss.
“Sejak 14 tahun yang lalu hadir di Sumut dan 10 tahun lalu mulai aktif beroperasi membudidayakan ikan nila di Danau Toba, sebanyak 80 hingga 100 ton ikan nila setiap harinya kami ekspor ke berbagai negara, dan semuanya itu mendatangkan devisa bagi negara,” ujar Humas Relation PT Aquafarm Nusantara, Jonson Hutajulu, Senin(25/6) di Tomok, Kabupaten Samosir.
Dijelaskannya, 100 ton ikan tersebut diperoleh dari lima lokasi peternakan ikan yang dikelola PT Aquafarm Nusantara. Di antaranya, Panahatan (Kabupaten Simalungun), Pangambatan, Lontung dan Silima Lombu (Kabupaten Samosir) dan Sirungkungon g(Kabupaten Tobasa).
Lebih lanjut, Jonson menyampaikan, jumlah produksi ikan Nila terbanyak berasal dari kawasan Kabupaten Samosir, Kabupaten Tobasa dan paling rendah berasal dari Kabupaten Simalungun.
“Intinya, kami akan tetap bekerja dengan baik dan pastinya sesuai dengan teknologi terbaru seperti penggunaan pakan yang sudah lulus sertifikasi dan pastinya masih didukung dengan tingginya pangsa pasar dari mancanegara atas keberadaan ikan Nila,” tambahnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan di berbagai media massa, dalam beberapa bulan ini PT Aquafarm mendapat sorotan, tak hanya dari masyarakat, tapi juga dari berbagai pihak, termasuk lembaga legislatif di daerah ini.
Perusahaan yang berpusat di Swiss ini mulai mendapat izin beroperasi di Danau Toba pada tahun 1998, dengan wilayah kerja di empat kabupaten, meliputi Simalungun, Tobasa, Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagei. Total luas danau wilayah kerjanya seluas 1.103 kilometer persegi, yakni pada areal 7,14 hektare.
Untuk pemrosesan ikan tersebut, pihak Aquafarm membangun pabrik pengolahannya di Kabupaten Serdang Bedagai. Dari sini, ikan tersebut diekspor lewat Pelabuhan Belawan. Untuk di pabrik pengolahannya, PT Aquafarm mempekerjakan 500 tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Sementara, di lokasi pembudidayaannya di Danau Toba, perusahaan ini mempekerjakan sedikitnya 1.000 tenaga kerja dari masyarakat Simalungun, Tobasa dan Samosir. (fra/analisadaily)



















Perkembangan produk-produk peternakan dan perikanan semakin maju seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Berikut beberapa produk peternakan dan perikanan :
PRODUK OBAT-OBATAN, VITAMIN, VAKSIN Produksi :
- PT. Sanbe Veterinary and Aquatic
- PT. Indosco Boster
- PT. Natural Nusantara
- PT. Wonderindo Pharmatama
- PT. Multifarma Satwa Maju
- PT. Sarana Veterinaria Jaya Abadi
- PT. Medion
- PT. Eka Farma
- Dll.
PRODUK PROBIOTIK DAN HERBAL Produksi :
- Pradiptha Paramita (Minaraya, Jampistres, GraciMax, Promix, GrowBig, Racun Lalat, dll.)
- Simba Plus (RajaLele, RajaGrameh, SPF, Nutrisi, Nature, dll.)
- Tamasindo Veterinary (Probio-7, Planton, Raja Siam, Raja Ikan, Proten 2000, dll.)
- Indosco Boster (Planktop, Sel Multi, Aqua Enzim, Manstap, dll)
- Nutrend International (Herbafarm Ternak dan Herbafarm Ikan)
PRODUK PERALATANAN PETERNAKAN dan HASIL PRODUKSI TERNAK :
- Mesin Penetas Telur Kapasitas 30, 50, 75, 100, 200, 500, 1000, 1500 butir
- Kolam Terpal Ikan
- Peralatan Peternakan Hewan Besar
- DOC/ Bibit Ayam Kampung dan DOD/Bibit Itik
- Calon Induk Itik Petelur
Maju Bersama Poultry Shop
Jl. Sudirman 242 (Simp. Bedagai – Depan Majestyk), Sei Rampah, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara
HP: 0852.57090.372
http://www.majubersamaps.com