Dosen UIR Teliti Budidaya Ikan Selais

budidaya ikan selais

Anggapan ikan selais tidak bisa dipijah, salah. Ikan yang menjadi ikon Pekanbaru ini ternyata bisa dibudidayakan. Namun, karena kesulitan benih, sedikit masyarakat mampu memeliharanya.

Peneliti sekaligus dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Islam Riau (UIR), Rosyadi menuturkan saat ini populasi ikan endemik di perairan Riau tersebut semakin berkurang. Hidup di aliran sungai, ikan selais banyak ditangkap karena memiliki nilai ekonomi.

Meskipun budidaya merupakan solusi terbaik mempertahankan keberadaan ikan, diakui Rosyadi, budidaya selais belum semudah budidaya ikan air tawar lainnya seperti patin maupun lele. Selain fasilitas khusus, waktu yang diperlukan juga lebih lama. Apalagi terkait benih, indukan juga harus didapatkan dari alam.

“Benih merupakan kendala pertama. Untuk mendapatkan benih, indukan tetap harus didapatkan dari alam,” ujarnya. Kesulitan benih ini tidak terlepas masih kurangnya data pemijahan. Kepastian umur pijah baru diketahui sekitar 2006-2007 silam.

Saat ini, sambung Rosyadi, pihaknya terus melakukan penelitian agar Selais bisa dengan mudah dibudidayakan masyarakat, termasuk segi makanan. Khusus pakan, baru-baru ini, Rosyadi bersama tim menyelesaikan penelitian pemberian jenis pelet berbeda terhadap pertumbuhan ikan selais.

Selama tiga bulan Tasik Betung, Sei Mandau, Siak, dirinya menguji tiga jenis pelet berbeda. Setiap ikan selais, diberi pakan dari merek berbeda. Secara berkala, pertumbuhan ikan selalu diperiksa.

“Dari penelitian itu, setelah kita analisa, Semua pelet memiliki kandungan protein sama dan kompesisi yang sama. Meskipun beda merek, tidak berbeda nyata. Masyarakat yang pelihara ikan, silahkan pakai merek apapun yang penTing sesuai ukuran mulitnya, ujar Rosyadi.

Ide meneliti pemberian pakan ini menurutnya muncul karena banyak jenis pelet yang beredar di peternak. Namun, tidak setiap merek mencantumkan komposisi lengkap. Padahal untuk mengetahui cocok atau tidak dengan ikan, bisa diketahui dari komposisi tadi.

Apakah terbuat dari bahan yang mudah dicerna atau tidak. Untuk mengatahui mudah dicerna, diketahui dari bahan pembuatannya.
Tiga merek pelet yang digunakan Rosyadi merupakan pakan yang mudah dan sering dipergunakan masyarakat.

Berbeda dengan ikan air tawar yang sudah banyak dibudidayakan, ikan selais termasuk ikan perairan dalam. Ikan ini lebih suka gelap. Dengan sifat tersebut, mendapatkan hasil maksimal, ikan selais lebih baik sering diberi makan malam hari. Bila dipelihara, kolam yang digunakan juga harus dalam.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response