Berbagai jenis ikan baik ikan laut maupun ikan tawar terus digenjot peningkatan produksinya. Begitupun untuk jenis Ikan Lele terus didongkrak produksinya. Seiring dengan peningkatan jumlah produksinya, meningkat pula daya tarik masyarakat terhadap Ikan Lele.
Namun dari sisi daya jual terutama harga, Ikan Lele masih rendah, papar Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar, Ahmad Hadadi dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela kegiatan di Pusdai (2/7).
Ahmad Hadadi, lebih lanjut menuturkan produksi Ikan Lele jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah produksi per tahun berkisar antara 100.000 ton sampai 150.000 ton. Namun, untuk harga jual saat ini hanya tembus Rp.10.500,- per Kg.
Jika memperhitungkan biaya operasional pemeliharaan budidaya Ikan Lele, dengan hitungan untuk harga pakan saja kini sudah mencapai Rp.7.000,- per Kg, kondisi tersebut dinilai berat untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha yang bergerak dalam usaha budidaya Ikan Lele.
Usaha budidaya Ikan Lele, dalam sisi kepentingan usaha pelaku ekonomi belum banyak memberikan keuntungan yang signifikan karena harganya masih rendah. Idealnya harga Ikan Lele harus mencapai Rp.12.000,-
Adapun penyebabnya, minat masyarakat berikut usaha kuliner masih terbatas. Masyarakat yang sudah menggemari Ikan Lele baru terbatas di kalangan menengah ke bawah. Demikian pula di industri pengolahan, ujar Ahmad Hadadi terbatas di skala usaha kecil baru di tataran warteg, sementara di skala usaha kuliner besar seperti restoran masih jarang. (jabarprov)

















