Cuaca Tak Menentu, Produksi Telur Gurami Menurun

Gurame Angsa

Kondisi cuaca yang tidak menentu, ternyata sangat mempengaruhi produksi telur ikan Gurami di Desa Karangnangka. Ruly, salah seorang pelaku usaha budidaya telur Gurami di Karangnangka Banyumas mengatakan, perubahan suhu pada musim ini sangat berpengaruh terhadap produktifitas ikan Gurami dalam bertelur.

Meski ikan mau bertelur, namun persentase menetasnya sangat kecil. “ Suhu dingin dimalam hari dan terik matahari pada siang hari disertai hujan dapat mengacaukan metabolisme ikan Gurami, sehingga reproduksi ikan terhambat. Telur ikan Gurami yang baru menetas juga sulit beradaptasi dengan iklim yang ekstrem,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Parno, petani ikan Gurami dari RW 01. Menurut dia, pada musim dingin seperti sekarang, kebanyakan petani ikan Gurami lebih memilih untuk istirahat berproduksi. Induk ikan Gurami di biarkan bebas dikolam peristirahatan.

Jika dipaksakan untuk produksi, hasilnya kurang maksimal dan harga telurnya pun murah, karena banyak yang busuk. Akibatnya petani bisa merugi.

“Hawa dingin seperti saat ini, kami lebih memilih berhenti, percuma kalaupun dipaksakan produksi, kemungkinan untuk dapat bertahan hidup sangat tipis. Belum lagi kemampuan telur untuk menetas hanya 50 persen. Inilah yang menjadi faktor utama petani gurameh memeilih istirahat,” imbuh Parno.

Pada musim seperti saat ini, ikan Gurami sangat terpengaruh produksi telurnya. Selain tingkat kematian benih sangat tinggi juga pertumbuhanya lambat. Akibat cuaca seperti ini produksi telur yang biasa berjalan setiap dua bulan, terlambat hingga tiga atau empat bulan. (kodirin)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.