Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini cukup membuat pusing para pembudidaya ikan, khususnya pembudidaya pemula. Banyak ikan yang mengalami kematian akibat fluktuasi suhu yang tidak menentu. Cuaca yang panas menyengat kemudian tiba-tiba hujan membuat ikan budidaya seperti gurami menjadi stres yang ujung-ujungnya mengalami kematian.
Tak hanya gurami, ikan lele dan patin yang dikenal tahan banting pun tak jarang mengalami kematian. Penyebab ikan stres tersebut disebabkan kualitas air yang cenderung menjadi tidak sehat yang kemudian memunculkan dominasi bakteri aeromonas.
Ikan gurami, lele atau jenis ikan lain yang terserang bakteri ini biasanya menjadi lemah, gerakannya lamban dan nafsu makan turun. Gejala spesifik lainnya adalah munculnya bercak luka merah pada sungut atau sirip ikan.
Apa yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan ?
Untuk tindakan pencegahan bisa dilakukan penggaraman. Penggaraman cukup dilakukan 1 kali saja dengan dosis 1 ons / m3. Selain penggaraman, tindakan lainnya adalah memberikan Vitamin C yang dicampur pada pakan ikan. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan ikan. Lebih bagus lagi jika ditambah dengan Vitamin B Kompleks.
Setelah itu tebarkan probiotik di permukaan air kolam. Tujuan penggunaan probiotik adalah untuk memperbaiki kualitas air kolam.


















