Yayasan Centra Protenia Prima (CPP) & Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berencana untuk menjadikan kampung Kaliduren III Moyudan Sleman Yogyakarta sebagai Kampung Lele. Untuk mewujudkan kampung sentra lele tersebut, CPP & UAJY telah menggandeng Kelompok Tani Mina Agung Kaliduren III.
“Kampung ini akan dijadikan kampung sentra lele. Jadi nanti tida hanya pembudidayaan lele saja, tapi juga produksi olahan lele dan pembinaan” ungkap ketua Pusat Pengembangan Ekonomika & Bisnis Fakultas Ekonomi UAJY Totok Budi Santoso didampingi Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat CPP George Basuki saat menyaksikan Panen Lele di Kampung Kaliduren III.
Lebih lanjut Budi merinci rencana ke depan di Kaliduren III akan ada pelatihan produk olahan lele seperti abon dan keripik lele. Sehingga hasil panen lele tidak hanya langsung dijual mentah saja namun diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Budi menambahkan prospek pemasaran lele di Yogyakarta masih sangat terbuka lebar. Kebutuhan lele di Yogyakarta saat ini mencapai sekitar 17 ton per hari. Padahal kemampuan produksi lele Yogyakarta baru mencapai sekitar 8-9 ton per hari dan sisanya masih didatangkan dari Boyolali dan Jawa Timur.
Sementara untuk mendukung peningkatan produksi lele Yogyakarta, saat ini UAJY & CPP telah bermitra dengan kelompok Tani Mina Agung. Bentuk kerjasama dilakukan dengan pemberian modal bergulir untuk budidaya ikan lele dimana keuntungannya untuk pengembangan kelompok.
“Kami beri modal mulai dari bibit hingga pakan. Keuntungan tidak dikembalikan ke yayasan tetapi untuk digulirkan lagi” ungkap George.
Sedangkan ketua Kelompok Tani Mina Agung Tugiman menuturkan kelompoknya berdiri sejak tahun 1992. Selain pembesaran lele, kelompok Mina Agung juga melakukan pembenihan lele jenis Paiton. Kapasitas produksinya bisa menghasilkan 400 ribu bibit lele paiton. “Sebagian kami besarkan sendiri dan memenuhi kebutuhan bibit lele di Yogyakarta. Sebagian lagi diambil daerah lain’ kata Tugiman. (kr)

















