Cegah Virus, P2K Pontianak Vaksin Ikan Keramba

Koi Herves Virus

Antisipasi serangan penyakit borok pangkal ekor hingga herves pada ikan dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P2K) Kota Pontianak kepada kelompok-kelompok petani budidaya ikan dengan cara vaksinasi, Rabu (9/10/2013) dilingkungan kelurahan Parit mayor yang kemudian diteruskan kewilayah-wilayah lain.

Antisipasi dilakukan karena penyakit yang dapat membunuh ikan dalam rentang satu hingga dua pekan pasca terinfeksi ini telah menyerang areal pembudidayaan ikan di Mempawah bulan lalu, yang diikuti mati mendadaknya ikan di beberapa keramba di sungai Kapuas pekan lalu.

Saeran, ketua kelompok Bintang Mandiri menuturkan, tak kurang ikan-ikan dari lima kerambanya sempat mati mendadak. Keramba-keramba ini ditempatkannya di aliran sungai kapuas, meski tak mati secara keseluruhan, namun rugi jutaan rupiah mesti ditanggungnya.

“Tak cuma saya, yang lain juga kena, ada yang rugi sekitarRp 2 hingga Rp 3 juta per orangnya,”kata Saeran kepada , Rabu (9/10/2013)

Ia mengaku sangat senang, lantaran vaksinasi dilakukan gratis, bahkan disela-sela pemvaksinan, Saeran sempat mempresentasikan mesin pakan sederhana hasil karyanya didepan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati. Pemilik indukan lele, Sutowo juga mengaku senang, lantaran dengan divaksinasi 300 indukan lelenya, ia merasa ikannya akan aman dari serangan penyakit.

Kadis Hidayati menuturkan pada pemvaksinan kali ini diturunkan enam orang petugas yang melakukan vaksinansi terhadap 14 kelompok pembudidaya ikan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya pihaknya mendapati laporan pembudidaya ikan yang ikannya mati hingga 50 persen jelang panen.

“Jika tak ditanggulangi kita khawatir nanti kerugian petani bisa semakin besar, akibat serangan penyakit ini.”Katanya (Sumber : Tribun Pontianak)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response