Budidaya Udang Galah Padi Untungkan Petani

Ugadi Udang Galah Mina Padi

Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengembangkan budi daya udang galah di lahan pertanian padi, seiring potensi pasarnya yang cukup besar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Malang Wahyu Hidayat mengatakan pada tahap pertama pengembangan budi daya udang galah dilakukan di lahan persawahan seluas satu hektare di Desa Blayu, Kec. Wajak, dan Desa Pandang, Kec. Gondanglegi.

“Penebaran benih sudah dilakukan pada Ramadan lalu dan diharapkan sudah panen pada November. Setiap 3 bulan, udang bisa dipanen,” kata Wahyu di Malang, seperti dilansir bisnis-jatim.

Uji coba budi daya udang galah tersebut dibantu Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp500 juta, meliputi tenaga pendampingan, bibit, pakan udang, dan sosialisasi ke petani.

Tanaman padi dinilai cocok untuk pengembangan budi daya udang karena tanaman tersebut selalu diairi. Setelah padi ditanami selama 10 hari, maka udang bisa langsung ditebar di sawah.

Selain memberikan pendapatan tambahan kepada petani, budi daya udang galah juga bermanfaat untuk membunuh hama tanaman padi, sehingga produktifitas tanaman padi bisa meningkat.

Produksi padi yang biasanya hanya 4,9 ton per hektare bisa meningkat menjadi 6,7 ton per hektare karena tidak diserang hama. Hal itu mengacu pada daerah lain yang telah menguji coba budi daya udang galah di lahan persawahan tanaman tersebut.

Menurutnya sawah tempat budi daya udang galah di Kab. Malang seluas 31.000 hektare merupakan persawahan teknis sehingga pengairannya lancar, tidak ada kendala.

Dia mengatakan jika produksi udang galah melimpah, sementara daya serap pasar tidak terlalu bagus, petani akan dibantu dengan mencari pasar di restoran-restoran hingga ekspor. (Sumber : Kabar Jatim)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response