Banjir Lele Malaysia, Harga Lele Bintan Anjlok

Tolak Impor Lele Malaysia

Harga jual ikan lele di Bintan Kepulauan Riau anjlok. Beberapa bulan lalu, harga lele masih melebihi Rp 20 ribu per kilogram, kini anjlok di kisaran Rp 15 ribu.

Seorang warga Gunung Lengkuas, Mus (40), mengaku, penyebab harga lele turun drastis karena kondisi lele saat ini sedang banjir. Hampir setengah dari lele itu berasal dari Malaysia. Jika kondisi ini terus berlanjut, petani lele akan rugi. Apalagi harga pakan ikan mengalami kenaikan.

Pada kesempatan lain, Yanuar warga Kampung Sido Mulyo KM 12 Tanjungpinang juga mengeluhkan masalah serupa. Menurut Yanuar, pedagang di pasar banyak yang tidak mau membeli hasil panen petani lele lokal. Soalnya, lele di pasaran sejak beberapa pekan terakhir banjir. Sehingga harga anjlok mencapai Rp13 per kilogram. Hasil panen 2 kelompok tani di Sido Mulyo sudah ditawari lebih dari 5 orang pedagang. Tapi tidak ada yang mau membeli.

“Kami heran kenapa lele bisa banjir. Padahal beberapa waktu lalu pemerintah menyampaikan setiap hari terjadi kekurangan 1 ton pasokan ikan lele untuk wilayah Kepri. Petani diarahkan untuk mengembangan usaha lele. Harusnya pemerintah membuat kebijakan pasar dan impor lele setelah program itu dijalankan,” saran Yanuar.

Bantu Lele
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bintan Timur di sekitar bekas tambang bauksit, Chain Center PT Antam saat ini telah menjalankan program budidaya lele 100 keluarga warga kurang mampu. Program bantuan bibit lele 1000 ekor per keluarga diberikan secara bertahap untuk antisipasi panen raya. Soalnya, disaat panen raya harga jual ikan lele akan anjlok. Justru itu, pada kloter pertama ini, Chain Center menyalurkan bibit untuk 3 kelompok masyarakat Gunung Lengkua dan Seilekop. Satu kelompok terdiri 4 keluarga.

“Dua kelompok kita serahkan di Gunung Lengkuas dan satu kelompok di Seilekop. Pada tahap berikutnya, kita akan memberikan bantuan bibit lele lagi. Sehingga masyarakat pada saat panen tidak terjadi pembludakan produksi. Target program ini ditujukan untuk 100 keluarga,” jelas Yuwono, Korlap Perikanan Chain Center Antam Kijang. (tpp)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.