Atma Jaya Yogya Garap Budidaya Lele

budidayalele

Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FE UAJY) menggandeng Yayasan Centra Proteina Prima (CPP) Jakarta berusaha meningkatkan produksi ikan lele yang selama ini masih 10 ton dan belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi yang begitu tinggi di DIY yang mencapai 17 ton per hari.

“Produksi masih belum mencukupi kebutuhan tersebut karena angka konsumsinya jauh lebih tinggi maka DIY mengalami kekurangan pasokan sekitar tujuh ton sehari. Maka kekurangan ini dipenuhi dengan mendatangkan pasokan dari daerah Jateng dan Jatim,” ujar Koordinator Pendamping Lapangan Pilot Project Pemberdayaan Petani Lele Fakultas Ekonomi UAJY dan Yayasan CPP, Sri Susilo di UAJY, Senin (28/5).

Sri Susilo menjelaskan siklus produksi lele yang relatif pendek dibanding jenis ikan lain dapat menjadi prospek bisnis yang bagus.Bahkan, lele dapat dipanen antara dua sampai tiga bulan, tergantung dari ukuran
bibit pada saat ditebar. Sedangkan alam pilot project di DIY ini ditunjuk kelompok tani Mina Agung di Dusun Kaliduren 3, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman sebagai mitranya.

“Kelompok ini layak menjadi pilot project karena merupakan satu pionir kelompok tani lele di Kabupaten Sleman yang berdiri sejak tahun 1992. Tak hanya sekedar berproduksi dalam pembesaran lele untuk konsumsi, namun kelompok ini juga memngerjakan pemijahan dan pembenihan lele,” imbuhnya.

Karena itu, kata Sri Susilo FE UAJY mengembangkan usahanya karena ada beberapa kolam yang diterlantarkan. Pasalnya terjadi karena harga pakan dan sarana produksi yang cenderung meningkat, namun harga juga lele di tingkat petani yang relatif tetap sehingga marjin keuntungan yang cenderung menipis Dalam pilot project yang mulai diadakan Sabtu (26/5) lalu telah disiapkan 20 kolam berukuran rata-rata 50 m2 dan ditebari 5 ribu ekor bibit lele ukuran 7-9 cm untuk masing-masing kolam.

Dengan adanya fasilitas tersebut, lanjutnya, diharapkan ikan lele dapat dipanen dalam 50 hari ke depan. Dari pilot project ini, nantinya petani akan mendapatkan kentungan bersih sebesar 60 persen, sementara sisanya 40 persen, akan digulirkan lagi untuk modal petani lele yang lain. (krjogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response