Varietas Lele Sangkuriang II yang kini tengah dikembangkan BBPBAT Sukabumi kabarnya akan berukuran lebih besar dibanding Lele Sangkuriang generasi I. Hal ini didasarkan pada hasil uji coba Lele Sangkuriang II di berbagai daerah untuk mengetahui rata-rata ukuran dan masa pertumbuhan Lele Sangkuriang II.
Berdasarkan perhitungan, ukuran Lele Sangkuriang II akan lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, masa pertumbuhan Lele Sangkuriang II akan lebih cepat sekitar 10 persen.
Varietas Lele Sangkurian II merupakan hasil kawin silang ikan lele Sangkuriang I, dengan ikan lele yang berasal dari Sungai Nil di Afrika. Pemutakhiran varietas ikan lele diperlukan untuk menjaga kualitas genetis ikan lele, yang berdampak pada masa pembesaran.
“Pejantan adalah keturunan keenam, sedangkan yang betina keturunan kedua, yang dari Afrika itu,” kata M Abduh Nurhidajat, Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) di Sukabumi.
Bibit Lele dari Afrika, menurut Abduh, dipilih karena ukurannya yang besar, mencapai 7 kilogram. Selain itu, jenis lele generasi awal ini dipilih, karena diharapkan bisa memperbaiki genetis ikan lele dan menghasilkan keturunan ikan lele yang berukuran besar.
Lele Sangkuriang II dikembangkan sejak sekitar setahun lalu. Saat ini, pengembangan tengah memasuki masa uji coba multilokasi.
Beberapa lokasi yang dipakai uji coba Lele Sangkuriang II adalah Bogor, Boyolali, Gunung Kidul, dan Kepanjen. Lokasi itu dipakai karena berlatar belakang sebagai sentra ikan lele.


















