Virus Herves Serang Ikan Di Jatiluhur

Koi Herves Virus

Sejumlah pembudidaya ikan di kolam jaring apung (Japung) Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur) mulai resah. Serangan virus herves mematikan ribuan ton ikan di waduk tersebut.

Akibatnya, ikan yang dibudidayakannya mengalami kematian massal. Para pembudidaya mengalami kerugian cukup besar. Apalagi, situasi saat ini harga ikan sedang bagus.

Ketua Himpunan Pembudidaya Nelayan Ikan (Hipni) Waduk Jatiluhur, Darwis mengatakan, virus herves sudah menyerang ikan di keramba Japung sejak bulan puasa. Bahkan, hingga kini virus mematikan itu masih menyerang. Penyebabnya, akibat anomali cuaca.

“Sejak bulan puasa hingga kini sudah ada ribuan ton ikan siap panen yang mati akibat serangan virus herves. Padahal, saat ini harga ikan sedang bagus. Namun, pembudidaya tak bisa menikmati harga tersebut,” keluh Darwis, Selasa (13/8/2013).

Dia mengatakan, virus herves menjadi ancaman serius bagi ikan yang dibudidayakan para petani japung. Karena, selain menyebabkan kematian, virus ini juga menganggu pertumbuhan ikan yang sedang dalam masa dibudidayakan.

“Hampir seluruh kolam keramba yang ada sudah melaporkan soal kasus kematian ikan tersebut,”cetus dia.

Dia menjelaskan, ciri-ciri ikan yang terserang virus herves, sisik dan insangnya terlihat berwarna putih. Jika sudah mengenai insang, ikan tersebut akan cepat mati. Adapun ikan yang mati akibat virus tersebut kisaran usia dua sampai 2,5 bulan.

“Bila pembudidaya sudah melihat ciri-ciri itu, biasanya mereka langsung melakukan panen dini ikan yang masih hidup. Dari pada, nantinya mati lebih baik dijual dalam keadaan masih hidup. Tapi, dengan pola seperti ini pembudidaya merugi,”imbuhnya.

Sebab, bila kondisi normal dalam sekilogram itu bisa berisi antara empat sampai enam ekor ikan mas. Akan tetapi, karena saat ini panen dini, maka sekilogramnya antara delapan sampai 10 ekor.

Padahal, harga ikan saat ini mencapai Rp20 ribu per kilogram. Semakin kecil ukuran ikan yang dijual, maka keuntungan yang diperoleh pembudidaya sedikit. Biasanya, ikan tersebut bisa panen sampai tiga ton. Kini, berkurang sampai dua ton per kolam jaring apung.

Darwis menambahkan, kasus serangan virus herves ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan, pada 2006 lalu terjadi kematian ikan yang cukup parah. Sejak saat itu, pemudidaya tak berani tanam. Terutama, saat terjadi anomali cuaca seperti sekarang ini.

“Virus ini, belum ada obatnya. Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, guna menanggulangi virus tersebut, namun tetap saja sulit untuk dimusnahkan. Satu-satunya solusi, pembudidaya harus cermat dalam membaca kondisi cuaca. Jika masih ada hujan, meskipun itu di musim kemarau, sebaiknya benur ikan yang ditebar dikurangi sampai 70 persen. Jadi yang ditanam hanya 30 persen,”pungkasnya. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Virus Herves Serang Ikan Di Jatiluhur"

  1. Taufik Kurnia December 2, 2013 at 4:44 am -

    untuk mulai menggunakan teknologi dalam pembesaran ikan mas memang masih penuh dengan tantangan. Namun jika hasil yang didapat jauh lebih baik, mengapa tidak dilakukan?
    saat ini telah ada pencegah virus KHV pada ikan mas yaitu KV3, dengan penggunaan yang aman bagi lingkungan.
    Mari, kendalikan dan cegah penyakit ikan tumbuh dan berkembang di waduk kita dengan melakukan vaksinasi terhadap benih yang akan ditebar.

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.