Tanjung Pinang Butuh 1 Ton Lele Per Hari

Panen Lele Konsumsi

Kebutuhan konsumsi ikan lele di Tanjungpinang mencapai 1 sampai 1,5 ton per hari. Besarnya kebutuhan ini, sehingga peternak lele belum sanggup memenuhi permintaan pasar lokal.

”Karena peternak lokal belum sanggup memenuhi, kebutuhan lele banyak dipasok dari Bintan, Batam, dan Malaysia. Sehingga, peluang bisnis pasar lele ini masih terbuka lebar,” ujar Yoe Hoat alias Jonathan Johan, peternak dan pusat jual beli lele dumbo dan lele varian sangkuriang di Kampung Sidomulyo KM 12 Tanjungpinang, Kamis (24/5) siang.

Siang itu, dilakukan panen perdana 15 ribu ekor ikan lele bantuan corporate social and responsibility (CSRR) Bank Indonesia (BI) Kepri kepada lima kelompok peternak ikan. Kelima kelompok tersebut, kelompok Sumber Makmur, Anledi Rejeki, Cahaya Rejeki, Sumber Rejeki, dan Besar Bersama.

Masing-masing kelompok yang diasuh konsultan keuangan mitra bank (KKMB) Tanjungpinang, mendapat bantuan berupa barang terdiri atas terpal, bibit, dan pakan sampai panen. Umur lele dari pembibitan sampai panen mencapai tiga bulan.

”Kalau sudah panen, sebagian hasil panen dikembalikan bergulir dalam bentuk barang kepada kelompok petani lele lainnya,” ujar Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter BI Kepri, Uzersyah mewakili Kepala BI Kepri Elang Tripraptomo yag melakukan panen perdana ikan lele tersebut.

Turut hadir di panen perdana tersebut Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Syamsul Akbar, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan, dan Energi (DKPPKE) Tanjungpinang Irianto mewakili Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan.

Uzersyah menambahkan, bantuan budidaya ikan lele tersebut untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan untuk menahan inflasi.

Sebab, secara umum kebutuhan ikan lele di Kepri cukup besar dipasok dari negara tetangga Malaysia.

”Dulu di Batam pernah distop impor lele Malaysia. Apadaya, peternak lele lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Dengan bantuan ini, ekonomi masyarakat terdongkrak,” ujar Uzersyah.

Menariknya, Jamaludin, salah satu dari lima kelompok petani lele tersebut ternyata anggota DPRD Tanjungpinang. Jamaludin ditunjuk sebagai koordinator kelima petani lele tersebut.

”Saya ingin memberikan contoh ke masyarakat bahwa beternak lele yang benar, akan memberikan keuntungan. Apalagi pasarnya sangat terbuka lebar,” ujar Jamaludin, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Irianto juga mengimbau agar masyarakat jangan malas dan kreatif. Beternak lele, masih dia, sangat mudah dan semua pakan cukup banyak di Tanjungpinang. ”Saya nanti akan memproduksi pakan ikan lele dengan harga murah. Semua ada di sekitar kita dan didapatkan gratis kok. Biar orang tahu, walaupun saya kepala dinas tapi mampu berjiwa wirausaha,” terangnya.

Pakan yang dimaksud, ungkap Irianto, tulang dan kepala ikan lele yang dimakan masyarakat sepanjang malam di warung-warung pecel lele dan rumah makan yang menjual lele, dikumpulkan lalu dijemur. Setelah dijemur, tulang dan kepala tersebut digiling sampai halus jadi tepung. “Tepung ini sumber protein bagi pakan ikan,” jelasnya.

Adapun nasi sisa yang tidak dimakan pembeli, bisa dijemur menjadi nasi aking. Lalu, nasi aking tersebut digiling sampai halus menjadi tepung. ”Tepung ini menjadi sumber karbohidrat bagi pakan ikan,” terangnya lagi.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat Tanjungpinang giat membaca peluang dan memutar otak mencari peluang bisnis. “Jangan katakan tidak bisa, tapi kerjakan dulu lalu bepikir, berpikir, dan berpikir,” terangnya.

Yoe Hoat alias Jonathan Johan yang merupakan sarjana ekonomi dari Universitas Duta Wacana Yogyakarta, sudah menganalisa dan yakin prospek penjualan ikan lele di Kepri menjanjikan. Dirinya fokus pembibitan lele unggul, pakan ikan lele, sekaligus peternakan lele.(batampos)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

2 Comments on "Tanjung Pinang Butuh 1 Ton Lele Per Hari"

  1. zikri July 10, 2012 at 12:26 am -

    saya sangat setuju sekali, majukan peternakan se indonesia

  2. bibit lele sangkuriang December 18, 2012 at 11:48 am -

    kami menyediakan bibit lele sangkuriang kualitas baik…!!!
    2-3 Rp 90
    3-4 Rp 120
    3-5 Rp 150
    4-6 Rp 190
    5-7 Rp 230
    kami jg melayani partai besar dg harga spesial…!!!!
    *harga belum termasuk ongkos kirim luar wilayah batam.
    CP : 082174578898

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.