Sumsel Jadi Pusat Budidaya Ikan ASEAN

panen ikan patin

Sumatra Selatan terpilih menjadi lokasi pusat pengembangan perikanan perairan umum di Kawasan Asean seiring dukungan pemerintah provinsi itu dan potensi perikanan perairan umum yang dimiliki.

Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan pihaknya telah menyediakan lahan seluas 1,6 hektare di Jakabaring, Kota Palembang untuk pembangunan pusat pengembangan perikanan perairan umum itu.

“Saat ini pembangunannya sudah mencapai tahap akhir, rencana akan diresmikan pada aihir tahun ini,” katanya saat acara International Conference on Inland Capture Fisheries (ICICF) di Palembang, Selasa (2/9/2014).

Dia mengatakan terpilihnya Sumsel menjadi lokasi pusat pengembangan tidak hanya karena dukungan penuh yang diberikan pemerintah daerah tetapi juga potensi perikanan perairan umum yang ada di Sumsel.

Menurut Mukti, provinsi tersebut memiliki luasan perairan umum daratan yang cukup luas di Indonesia.

Saat ini luasan perairan umum daratan mencapai 2,5 juta ha, meliputi Sungai Musi beserta anak sungai, rawa dan danau.

Sumsel memiliki 11 sungai serta 49 anak sungai dengan total panjang 920 km, Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Sumsel dan menjadi ikon provinsi itu.

“Terdapat 221 jenis ikan di Sungai Musi, salah satunya yang terkenal adalah belida di mana ikan itu sudah terancam punah,” ujarnya.

Dia melanjutkan untuk potensi produksi perikanan air tawar sendiri mencapai 51.952 ton dari total produksi perikanan Sumsel yang mencapai 525.679 ton per tahun.

Berdasarkan catatan Bisnis, Pembangunan pusat pengembangan perikanan perairan umum umum berasal dari APBN dengan rincian dan pada tahun lalu senilai Rp18 miliar dan tahun ini sekitar Rp100 miliar.

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sri Dewi Titisari mengatakan banyak keuntungan yang didapatkan oleh Sumsel dengan berdirinya pusat pengembangan itu.

“Akan ada banyak jenis ikan yang diteliti dan bukan hanya asal sumsel, namun karena ini ada di Sumsel secara tidak langsung Sumsel juga akan diutamakan,” katanya.

Keuntungan ini belum lagi dari sisi informasi dan juga penanganan masalah perikanan yang akan lebih mudah teratasi karena dari sisi jarak yang terbilang dekat sehingga lebih mudah dalam melakukan penelitian dan juga penanganannya.

“Yang diteliti agar ikan perairan lestari tidak ada yang punah termasuk perkembangannya termasuk untuk ikan budidaya,” jelasnya.

Dia berharap ikan asli Sumsel bisa terus ada dan berkembang secara alami atau restocking agar tidak punah.

Sri menambahkan, saat ini Sumsel menjadi daerah dengan produksi patin terbesar di wilayah Indonesia. “Saat ini produksi patin kita yang terbesar, 52% produksi patin kita ada di Sumsel,” katanya. (Sumber : Bisnis.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.