Sofyan Hadi, Sukses Berkat Abon Lele

Abon Ikan Lele Sekar Mutiara

Prihatin dengan banyaknya makanan yang berdampak buruk bagi kesehatan, Sofyan Hadi mencoba menciptakan makanan ringan yang aman dan bergizi. Berawal dari coba-coba, kini ia larut dan menikmati hasilnya : abon ikan lele.

Modal ketrampilan dari pelatihan wirausaha Pemprov Jatim yang pernah diikuti, menjadi bekal Sofyan Hadi menyalurkan kegeramannya pada ‘makanan tak sehat’ itu. Ia membuat makanan sehat berbahan baku ikan berupa abon.

Ide membuat olahan makanan ikan muncul setelah tetangganya meninggal dalam usia muda. Padahal, si tetangga baru saja diwisuda dan memperoleh nilai bagus. Menurut informasi, dia punya kebiasaan makan makanan berpengawet setiap hari.

“Dari situlah, saya kepikiran membuat abon yang pasti lebih sehat,” paparnya kepada Surya.

Kalau dalam pelatihan, ia diajari membuat abon dari daging sapi, Sofyan Hadi berinisiatif membuat abon dari bahan baku ikan. Eksperimennya dimulai dengan membuat abon ikan di tahun 2010.

Ia tidak membuat abon sapi karena sudah banyak di pasar, serta berkolesterol. Bukan abon tuna karena bahan bakunya sulit dan mahal. Sempat mau mencoba ikan patin, tapi tidak mudah juga bahan bakunya.

Toh, Sofyan Hadi sempat memproduksi abon ikan patin, dan ketika kesulitan bahan baku, bapak muda ini mendapat jalan begitu melihat di sekitarnya banyak peternak ikan lele.

Hasil ikan lele yang berlimpah seringkali tidak tertampung di pasar dan warung penyetan. Kondisi ini mengutungkan usaha rintisannya. Ia dengan mudah mendapat bahan baku ikan lele yang tidak laku di pasaran karena ukurannya yang besar, lebih dari 1 kg.

“Lele besar itu jadi bahan baku yang selama ini saya cari,” tutur Sofyan Hadi yang dengan modal sendiri sebesar Rp 5 juta berjuang sebelum usahanya menjadi stabil.

Rasa putus asa sempat muncul di tengah jalan, ketika bahan baku ikan mati dan tidak bisa digunakan. Saat itu, dirinya tengah pameran di Pemkab Gresik dan banyak pesanan. Ia order ikan sampai dua kuintal, tapi belum sampai diolah, ikan lele yang baru dibeli mati. “Rasanya lemas waktu itu,” kenang warga Wonokromo ini.

Pengalaman pahit ini melecutnya untuk terus belajar. Hasil eksperimen dan jatuh bangun akhirnya membuahkan usaha yang berjalan lancar. Bukan hanya membuat olahan ikan lele jadi abon, Sofyan Hadi sudah membentuk usaha resmi dengan nama Sekar Mutiara.

Produk olahan makanan ikan lele yang diproduksi dan dijual kini bertambah variasi dengan hadirnya rambak lele, Baby Lele Crispy dan Sirip Lele Crispy. (Sumber : Surya Online)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.