Pupuk Organik Bio Fish Dibuat Dari Ikan

Pupuk Organik Cair Bio Fish

Tinggal di pelabuhan ikan Muncar dan melihat banyak ikan laut yang dibuang karena harganya murah, membuat Sandi Santoso (25) berpikir kreatif untuk memanafaatkannya.

Dengan proses coba-coba lebih dari 10 tahun, akhirnya ia berhasil “melahirkan” pupuk cair organik dengan bahan utama ikan laut. “Uji coba saat saya masih SMP kelas 2 ketika pelajaran Biologi. Saat itu guru sedang mengajarkan proses pembuatan pupuk kompos dari sampah. Nah akhirnya saya berpikir jika sampah saja bisa menghasilkan pupuk yang bagus apalagi ikan yang tentunya mempunyai nilai protein, kalsium yang masih bagus,” kata dia saat di ditemui di rumahnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Demi pembuatan pupuk tersebut, bapak beranak satu tersebut memilih ikan yang masih segar dan bukan ikan yang busuk. “Di sini kan produksi ikan melimpah. Bahkan pernah karena harganya murah, berton-ton ikan lemuru di buang di tengah laut. Harganya kalau dijual bisa Rp 2.000 per kilogram. Ikan-ikan itu yang saya manfaatkan. Kalau pun ada ikan yang tidak bagus bisa sih dimanfaatkan tapi harus dijemur dulu sampai kering baru di proses untuk mengurangi bakteri,” kata dia.

Sandi pun menjelaskan proses pembuatan pupuk cair tersebut. “Sederhana sih prosesnya. Ikan dihancurkan menggunakan blender dan dicampur juga dengan beberapa sampah pasar seperti buah dan sayur yang sudah busuk. Setelah itu dicampur dengan tetes tebu dan didiamkan selama 14 hari agar mengalami proses fermentasi,” kata dia.

Awalnya produk yang ia buat mengeluarkan bau yang menyengat bahkan sampai diprotes oleh tetangga di sekitarnya. “Saya otak atik dan beberapa kali melakukan ekperimen dan empat tahun lalu saya menemukan formula khusus untuk mengurangi bau. Formulanya juga dari bahan-bahan alami tidak ada unsur kimianya sama sekali,” kata dia.

Sehingga dua tahun terakhir ini ia memberikan label pupuk cairnya dengan nama Bio Fish. “Saya sudah mengurusi perizinannnya,” kata dia.

Saat ini, dia menjual pupuk cairnya seharga Rp 15 ribu per liter. Untuk penjualannya ia dibantu oleh temannya yang juga penyalur pupuk kimia. “Satu bulan minimal saya menjual sekitar 400 botol dengan produksi 60 sampai 100 liter per minggu. Penggunanya banyak di wilayah selatan untuk petani padi dan lombok,” kata dia.

Sandi juga mengatakan pupuk cairnya pernah di uji lab di Universitas Brawijaya secara gratis. “Saya dibantu untuk meneliti kandungan di dalam pupuk cair dan ternyata kandungannya lengkap seperti pupuk kimia. Tapi ini lebih bagus,” kata Sandi sambil menunjukkan surat keterangan dari Universitas Brawijaya.

Untuk menghasilkan satu liter pupuk cair, Sandi membutuhkan setengah sampai 1 kilogram ikan laut. “Ikan apa saja bisa tapi saya memilih ikan yang murah dan saya beli dengan harga antara Rp 200 sampai 4.000 ribu rupiah per kilogram,” kata dia.

Lelaki kelahiran 20 Februari 1989 tersebut mempunyai keinginan untuk memproduksi pupuknya secara massal, tapi masih terkendala dengan modal. “Modal saya tidak besar dan ini masih terus akan mengenalkan kepada masyarakat untuk menggunakan pupuk organik agar hidup lebih sehat,” tambah dia. (Sumber : Kompas)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.