Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon

Benih Ikan Napoleon

Ratusan masyarakat nelayan Pulau Temawan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melakukan panen perdana benih ikan napoleon. Hasil penyebaran dan pengembangbiakan benih ikan itu, dilakukan di laut lepas sejak satu tahun lalu. Kegiatan panen benih ikan tersebut diawali melakukan upacara daerah, yakni tepung tawar oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, SH, Selasa (1/1).

Usai tepung tawar, ratusan masyarakat nelayan yang sudah siap dengan alat tangkapan ikannya, secara serentak turun ke laut. Kegiatan ini dihadiri sejumah kepala SKPD. Yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga (Disparbudpora), Dinas Perhubungan serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebagian masyarakat nelayan ada yang rata-rata berhasil mendapatkan tangkapan ikan napoleon sebanyak 5 ekor hingga 7 ekor dengan ukuran 1,5 inci hingga 3 inci dengan harga per ekornya sekitar Rp200 ribu lebih.

Wakil Bupati KKA, Abdul Haris dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta terima kasih yang tak terhingga kepada segenap lapisan masyarakat, terutama masyarakat nelayan di daerah ini yang telah memiliki kesadaran cukup tinggi untuk menahan diri dengan tidak menangkap atau mengambil ikan Napoleon yang masih berukuran kecil sebelum waktunya.

“Kesadaran dan upaya yang dilakukan Pemkab Kepulauan Anambas saat ini dalam mengajak pelestarian ikan napoleon, tidak lain untuk kepentingan dan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri, seperti yang dilakukan saat ini. Hal terpenting, adalah pelestarian ikan napolion di kawasan perairan Anambas yang memiliki potensi cukup baik dalam pengembangan ikan napolion tersebut selama ini,” ungkap Abdul Haris.

Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupatan Kepulauan Anambas, Tarmizi juga mengharapkan hal yang sama. Mengingat nilai ekonomis ikan napoleon tersebut yang cukup tinggi selama ini, hendaknya terus dikembangkan untuk peningkatan taraf hidup bagi masyarakat nelayan itu sendiri.

“Upaya pembudidayaan ikan napoleon ini sekaligus bukti dan keseriusan dari masyarakat serta pemerintah Kepulauan Anambas, sekaligus menepis imeg dari masyarakat maupun para peneliti dari luar, bahwa penangkapan benih ikan napoleon di daerah ini tidak dilakukan secara membabi buta, melainkan melalui waktu tertentu yang telah ditentukan sesuai pertumbuhan ikan yang bernilai jual cukup tinggi,” ucap Tarmizi.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan KKA, Drs H. Zuhkrin mengatakan, potensi pembibitan dan pertumbuhan jenis ikan napoleon itu sangat berpotensi dijadian sebagai salah satu kalender wisata tahunan di Anambas.

“Sejumlah Perairan di Anambas memiliki potensi sangat baik bagi pertumbuhan berbagai spesies ikan, termasuk jenis ikan napoleon,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, ikan napoleon menjadi komoditas laut yang menjanjikan. Pasar luar negeri masih terbuka lebar bagi komoditas yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.

Ikan napoleon merupakan komoditi utama bagi nelayan di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur, KKA. Ikan hasil budidaya keramba ini merupakan komoditas ekspor ke Hong kong dengan nilai jual yang tinggi. Hal ini membuat nelayan lebih memilih untuk membudidayakannya di keramba.

Selain ikan napoleon, ikan lain yang biasa dibudidayakan antara lain ikan kerapu, ketepas, dan ikan sonok.Hasil panen ikannya dijual langsung ke nelayan dari Hongkong yang lewat di perairan Anambas. Harga jualnya bisa mencapai Rp700.000 dengan berat ikan mulai dari tujuh ons. (Sumber : Halauan Kepri)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response