PT Telkom Panen Raya Ikan Patin Di Riau

panen ikan patin

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) telah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp8 miliar untuk budidaya ikan patin di Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, Riau.

Senior General Manager Community Development Center Ade Sulchi mengatakan pemberian pinjaman dana bergulir ini bertujuan membantu usaha mikro, kecil dan menengah.

“Sejak 2003 hingga triwulan kedua 2012, Telkom telah menyalurkan dana pinjaman kepada 185 UMK binaan Telkom di Koto Mesjid dan Pulau Gadang,” ujarnya, Rabu (20/2).

Budidaya ikan patin yang tadinya menjadi pekerjaan sampingan warga setempat kini menjadi sumber penghasilan utama. Hingga saat ini Desa Koto Mesjid dikenal dengan julukan Kampung Patin, dan mengusung slogan, tiada rumah tanpa kolam ikan.”

Dikatakan, usaha di bidang perikanan sebenarnya sudah dimulai sejak 1998. Pada 2008, usaha sektor perikanan mengalami kemajuan dan memberikan warna tersendiri bagi desa Koto Mesjid.

Pada 19-20 Februari 2013 ini, Desa Koto Mesjid menggelar panen raya ikan patin. Kegiatan ini dihadiri istri Menteri BUMN Nafsiah Sabri Dahlan iskan dan istri Direktur Utama Telkom Poni Iravati Arief Yahya.

“Saat ini, Kabupaten Kampar dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Sumatra. Di desa Koto Mesjid sendiri, lebih dari 700 kolam dengan luas 50 ha kini disulap menjadi kolam ikan patin. Budidaya ini sedikitnya menghasilkan 60 ton ikan patin per hari.

“Program yang bekerja sama dengan Pemkab Kampar ini berhasil menyerap sebanyak 216 tenaga kerja, dengan penghasilan per bulan Rp 5 juta-Rp 6juta,” jelasnya.

Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) Telkom dijalankan sejak tahun 2002. Sejak itu pula Telkom sudah menyalurkan dana pinjaman dan bekerja sama dengan sekitar 85 ribu pelaku UKM.

“Pada 2012 lalu, Telkom telah menganggarkan dana sebesar Rp 90 miliar untuk PKBL. Dana sebesar itu dialokasikan untuk pinjaman bagi usaha kecil dan menengah di seluruh tanah air dengan plafon kredit maksimal Rp 50 juta. Sedangkan bunga yang diberikan dalam program tersebut hanya 6%,” tukasnya. (Sumber : MetroTV News)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.