Produktifitas Perikanan Indonesia Masih Rendah

Perikanan Budidaya Air Tawar

Produktivitas nelayan, pembudidaya ikan dan pengolahan hasil perikanan Indonesia dinilai relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara perikanan utama lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, dan Thailand.

Demikian pula, keberlanjutan (sustainability) dan daya lenting (resilience) usaha perikanan budidaya ataupun perikanan tangkap juga masih terbilang rendah. Ini akibat ledakan penyakit dan faktor-faktor alam lainnya.

“Nilai ekspor pun masih relatif rendah, pada 2011 hanya USD 3,5 miliar,” papar Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (5/12).

Dibandingkan dengan potensi produksinya yang terbesar di dunia, tambah Rokhmin, kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BPS tahun 2012, sekitar 3,2% untuk raw materials dan 8% untuk raw materials dan produk olahan.

“Dan sekitar 45% nelayan masih miskin,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 ini.

Rokhmin menilai saat ini daya saing produk perikanan Indonesia terbilang lemah. Pada tahun 2011 misalnya nilai ekspor perikanan Indonesia sebesar USD 3,5 miliar, sedangkan Vietnam mencapai USD 6,2 miliar dan Thailand sebesar USD 8,5 miliar.

“Pangsa (share) udang Indonesia dalam pasar udang global masih menempati peringkat ke-4, dibawah Thailand, China, dan Vietnam,” tukas Rokhmin. (Sumber : Jaring News)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.