Produksi Ikan Patin 2014 Capai 200 Ribu Ton

Biskuit Ikan Patin

Hingga sementer I tahun 2014, produksi budidaya ikan patin secara nasional telah mencapai kisaran 200-an ribu ton. Angka ini diharapkan meningkat hingga di atas produksi ikan patin tahun 2013 yang mencapai 410 ribu ton.
“Karena itu, untuk mendukung dan meningkatkan produksi budidaya ikan patin di tanah air termasuk di Sumatera Utara tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menganggarkan dana sekitar Rp 20 miliar,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke lokasi budidaya ikan pati di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (18/8).
Kunker tersebut juga dilakukan bersama Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut Hutagalung. Kedua dirjen tersebut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Sumut Jhony Waldi, Kadiskanla Sergai HM Ramlam Matondang, beserta jajaran KKP lainnya.

Slamet mengatakan, meski pemasaran ikan patin sejauh ini masih di dalam negeri namun permintaan ikan patin terutama dalam bentuk fillet atau olahan lainnya cukup tinggi. “Karena itu, KKP akan terus mendongkrak produksi ikan patin ini baik dari segi budidayanya maupun hilirisasisnya dalam hal ini pengolahannya,” kata Slamet.

Adapun upaya yang akan dilakukan dalam mendongkrak produksi dan mutu ikan patin terutama di Sumut, menurut Slamet dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, dengan melakukan intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas. Kedua, melakukan ekstensifikasi dengan meningkatkan lahan-lahan produktif. Dan, yang terakhir adalah kemandirian benih ikan patin di tingkat petani pembudidaya.

Karena selama ini kata Slamet, petani ikan patin di Sumut termasuk di Sergai masih mengandalkan benih dari luar daerah seperti Riau, Jambi maupun Sukabumi (Jawa Barat). Itu mengakibatkan kualitas benih menjadi rendah karena lama di perjalanan yang diikuti dengan tingkat kematian benih yang tinggi.

“Karena itulash tahun 2015, kita akan buat percontohan-percontohan benih ikan patin di kalangan petani di Sumatera Utara termasuk Sergai. Sehingga petani bisa memproduksi benih sendiri dan tidak ketergantungan lagi dengan daerah luar,” jelasnya.

Jadi, lanjut dia, anggaran yang akan dialokasikan sebesar Rp 20 miliar tahun 2015 antara lain untuk membuat percontohan benih tadi, bantuan pengadaan mesin pembuat pellet dan lain sebagainya.

Terhadap sentra ikan patin di Tanah Air, Slamet mengatakan, cukup luas dan hampir meneyebar di seluruh propinsi di Indonesia. Namun, produksi yang terbanyak masih dihasilkan dari Jambi, Riau, Sumsel, Sumut, Jawa Baratm Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (Sumber : Medan Bisnis Daily)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.