Petani Lele Jateng Kembangkan Mesin Pembuat Pelet

HArga Pelet Ikan

Ribuan petani yang bergabung dalam wadah Koperasi Putra Tani di Jateng berhasil mengembangkan mesin pembuat pakan ternak khususnya untuk ikan lele yang mampu menghemat biaya produksi pembudiyaan ikan tersebut hingga 30%.

Pembina Asosiasi Petani Lele Jawa Tengah, Lasiman mengatakan petani lele di wilayah Jateng yang tergabung dalam Koperasi Putra Tani bekerja sama dengan SMK Sultan Trenggono Semarang telah mencoba membuat mesin untuk memproduksi pakan ternak lele (pelet) dan hasilnya cukup menggembirakan hingga mesin karyanya mampu berproduksi mencapai satu ton pelet per hari.

Menurutnya, dengan mesin pencetak pelet itu, ternyata dapat menghemat biaya produksi pembudiyaan lele sekitar 30%, meski saat ini masih terkendala pada modal biaya pembuatan mesin yang mencapai Rp60 juta unit.

“Harga per unit mesin pakan ternak Rp60 juta masih terlalu berat bagi kami, sehingga masih sangat membutuhkan dukungan dari perbankan agar para petani lele dapat memilikinya guna menekan baiya pengeluaran dalam pembudidayaan ikan lele,” ujarnya hari ini.

Mesin hasil produksi petani itu, kini sudah ikut ditampilkan pada Pameran Produk Inovasi (PPI) 2012 di New PRPP Convention Centre, Semarang, bahkan mulai mengalir pesanan hingga tiga unit dari konsumen Semarang, Surabaya dan Jakarta.

Saat ini di Jateng terdapat sebanyak 3.300 petani lele yang bergabung dalam wadah Koperasi Putra Tani.

Dia menuturkan mimpi petani ingin bisa membuat mesin dan cepat mewujudkan itu, muncul setelah para petani lele, terutama di wilayah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang sering mengalami kerugian dalam pembudidayakan ikan lele karena tingginya pembelian pakan ternak.

“Harga pakan lele atau pelet yang saat ini sudah mencapai Rp7.000-Rp8.000 per kilogram semakin memberatkan petani lele, sehingga banyak petani yang sering merugi karena hasil penjualan panen tidak sebanding dengan biaya pembudiyaan ikan tersebut,” tuturnya.

Kondisi itulah, lanjutnya, petani terus berupaya ingin mewujudkan mimpinya dapat membuat mesin pakan ternak sendiri dengan harapan bisa menekan pengeluaran biaya budidaya perikananan, terutama dari sisi penyediaan pakan dan hasilnya pun tidak sia-sia mereka kini sudah dapat membuat mesin pakan itu. (bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.