Petambak Vanamei Purworejo Terapkan Metode Parsial

Benur Udang Vanamei

Petambak udang Vanamei di pesisir selatan Kabupaten Purworejo mulai menerapkan metode panen parsial. Mereka memanen secara bertahap saat udang mencapai umur tertentu. Cara itu diyakini lebih menguntungkan petambak.

Pada budidaya konvensional, udang akan dipanen ketika berumur 120 hari. “Tambak berukuran 10 x 20 meter persegi dengan populasi 50 ribu benur, akan menghasilkan enam kuintal udang size 75 – 90 ekor perkilogram,” tutur Teguh Priyanto (45) petambak udang asal Desa Piji Bagelen, kepada KRjogja.com, Selasa (19/2).

Udang ukuran itu hanya laku kurang lebiH Rp 40 ribu – Rp 41 ribu perkilogram. Untuk standar harga itu, petambak masih mendapatkan penghasilan kotor kurang lebih Rp 24 juta.

Namun jika dipanen secara parsial saat udang berumur 80 – 100 har, petambak mendapat keuntungan lebih. Pemanenan dilakukan dengan menjaring dan memilih udang berukuran sesuai permintaan pasar, sedangkan berukuran kecil akan dikembalikan ke tambak.

“Hasilnya panen parsial pun lumayan, misal dapat udang size 90, sudah ada harganya dan bisa untuk menutup sebagian modal yang sudah dikeluarkan,” paparnya.

Selain mendapatkan dana segar untuk mengembalikan sebagian biaya operasional, panen parsial juga untuk meningkatkan daya tumbuh udang.

“Populasi udang akan berkurang, sehingga mereka bisa tumbuh lebih leluasa dan maksimal 50 ekor perkilogram dengan harga antara Rp 50 ribu – Rp 57 ribu perkilogram. Tentunya dengan jual dua kali, kami mendapat keuntungan lebih banyak,” ucapnya. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.