Perbanyak IKan Budidaya Unggul, KKP Datangkan 24 Ikan Asing

logokkp

Untuk memperbaiki komunitas ikan di perairan umum dan memperbanyak jenis ikan budidaya yang unggul, Indonesia telah memasukan 24 jenis ikan asing.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, Rabu (17/4/2013). “Saat ini tercatat ada 24 jenis ikan asing yang telah diintroduksikan (dimasukkan) ke Indonesia,” kata Sharif.

Meski dengan adanya program itu, pemerintah tetap mewaspadai dampak negatif dari introduksi ikan asing tersebut. Pasalnya, jika tidak diatur dengan baik hal tersebut akan mendorong punahnya populasi ikan asli lokal. Bahkan, dampak negatif dari introduksi ikang asing sudah dirasakan di Indonesia dan banyak negara.

Kasus meledaknya populasi ikan sapu-sapu, keong mas dan ikan mujair di beberapa perairan umum menunjukan adanya dominasi dan ketidakseimbangan populasi yang dapat menurunkan populasi, bahkan mungkin kepunahan species ikan asli di perairan.

“Saya contohkan di Waduk Cirata, populasi ikan mujairnya semakin berkurang, tapi ironisnya populasi ikan louhan justru meningkat. Begitu juga di Waduk Sempor, Jawa Tengahn ikan wader dan ikan ikan betik yang dulunya melimpah sekarang sudah jauh berkurang, justru sebaliknya ikan oscar dan louhan banyak ditemukan,” ujar Sharif.

Berikut beberapa nama jenis introduksi ikan asing di Indonesia Ikan mas, gabus, koan rumput dan mas koki, yang semuanya berasal dari China. Selain itu, dari Thailand ada ikan sepat siam dan jambal siam, dari Filipina dan Brazil yaitu tilapia merah dan bawal air tawar.

Sementara dari Amerika Serikat ada udang vanamei dan udang stylirostris. “Bersamaan dengan datangnya jenis-jenis ikan asing tersebut, ternyata masuk pula jenis-jenis penyakit asing eksotik yang kemudian menyerang ikan-ikan budidaya maupun ikan perairan umum,” kata Sharif.

Beberapa jenis penyakit eksotik yang diketahui masuk ke Indonesia ada 13 jenis antara lain: Lerneae Cyprinacea pada ikan mas, Viras Nervous Virus (VNNV) pada ikan Kerpau, Koi Herpesvirus (KHV) pada ikan koi dan mas, White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Taura Syndroem Virus (TSV) pada udang. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.