Penyifonan, Kunci Sukses Gurami Kolam Terpal

penyifonankolamterpal

Penyifonan merupakan salah satu kunci sukses budidaya gurami kolam terpal. Dengan melakukan penyifonan yg teratur, kebersihan dan kesehatan air di dalam kolam terpal dapat terjaga serta tetap ideal untuk budidaya gurami.

Sifon alias Shift Pond merupakan tindakan untuk menyedot/membuang kotoran ikan dan sisa pakan serta kotoran lain yang terdapat di dasar kolam. Penyifonan ini wajib dilakukan oleh para pembudidaya gurami kolam terpal.

Pasalnya jika tidak dilakukan penyifonan, maka lama-kelamaan akan terjadi penumpukan kotoran gurami dan sisa pakan di dasar kolam terpal. Penumpukan ini kemudian akan meningkatkan kadar Amonia dan Nitrit yang bersifat racun.

Tanda gurami yang keracunan Amonia dan Nitrit diantaranya adalah gurami tampak lemas, lebih menyukai berenang di permukaan kolam kemudian tampak terengah-engah karena kekurangan oksigen.

Jika kondisi ini dibiarkan maka akan menimbulkan kematian masal gurami yang dibudidayakan di kolam terpal. Inilah mengapa penyifonan secara teratur mutlak dilakukan untuk meminimalkan konsentrasi Amonia dan Nitrit pada budidaya gurami di kolam terpal.

Lain halnya jika budidaya gurami dilakukan pada kolam tanah. Tindakan penyifonan ini tidak terlalu diperlukan mengingat kotoran gurami serta sisa pakan dapat langsung terurai.

 

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

3 Comments on "Penyifonan, Kunci Sukses Gurami Kolam Terpal"

  1. erik bimantara July 2, 2012 at 8:38 am - Reply

    pak……berapa kali dalam seminggu/bulan dilakukan penyiponannya ? apakah ini belaku pula bagi jenis peliharaan ikan lainnya (lele, nila & bawal)………….tks

    • budidayaikan July 4, 2012 at 4:06 am - Reply

      20-30 hari sekali

  2. sabihin March 2, 2013 at 1:18 pm - Reply

    Pakan untuk Gurami sebaiknya yang kandungan proteinnya maximal berapa %? SAYA PERNAH PAKAI YANG 31-33% tapi ikannya banyak yang mati.

Leave A Response