Pentingnya Membangun Jaringan Pemasaran

Benih Nila Sultana

Ketika semakin banyak masyarakat melirik untuk membudidayakan ikan nila, Ipin menilai akan adanya persaingan. Hal tersebut sebagai sesuatu yang pasti terjadi. Karena itu, yang paling penting untuk dilakukan dikemudian hari adalah menciptakan pasar baru sehingga bisnis ikan nila tetap berjalan.
Untuk saat ini di Deliserdang belum banyak yang melakukan hal serupa dengan yang dilakukannya. Ia masih merupakan pemain tunggal walaupun yang mengirimkan ikan nila ke danau terbesar di Sumatera Utara (Sumut) tersebut juga cukup banyak. “Belum banyak yang melakukan ini, karena itu prospeknya sangat bagus,” katanya.

Permintaan bibit ikan nila akan tetap ada selama masyarakat masih mau mengonsumsi ikan yang memiliki kekhasan sisik dan rasa daging yang gurih tersebut.

Selain itu, kata dia, jaringan merupakan hal yang penting dalam sistem pemasaran. Minimnya jaringan akan berpengaruh sangat besar terhadap roda pemasaran.

Karena itu, sejak awal mula dirinya memulai budidaya ikan nila, sudah mempersiapkan jaringan pemasaran di berbagai tempat.

Jaringan tersebut, bertugas untuk promosi ketersediaan bibit ikan nila kepada calon pembeli. Dengan semakin banyaknya jaringan akan mempermudah melebarkan pemasarannya ke wilayah yang lebih luas dari sebelumnya.

Dia sendiri, awalnya hanya memasarkan untuk masyarakat lokal. Namun ketika perkembangbiakannya yang cepat dan banyak, maka pasar yang lebih luas menjadi keharusan.
Ia mencontohkan, meskipun pada awalnya mengalami kegagalan dan tetap bertahan, salah satunya dikarenakan pasar yang menjanjikan yang belum ditemukannya waktu itu.

“Pemasaran sampai ke Danau Toba itu juga hasil dari kerja jaringan dalam memasarkan, karena kalau sampai tidak laku sedangkan ikan stok banyak, kita bisa merugi berulang kali,” ungkapnya.

Kemudian, mendapatkan indukan nila gesit dari Sukabumi, Jawa Barat juga merupakan hasil kerja jaringan. Selain pentingnya jaringan, yang tidak boleh dilupakan adalah adanya prinsip dan kemauan untuk terus mencari tahu, baik secara teori maupun praktis.

Apalagi, dulunya Ipin memulai budidaya tanpa bekal teori pembudidayaan ikan nila. Namun, dia berprinsip bahwa jika orang lain sudah melakukannya dan berhasil maka tidak tertutup kemungkinan orang lain juga bisa melakukannya. “Prinsip dan kemauan untuk terus mengetahui dan terus mencoba harus ada. Itu juga yang menjadi kunci sukses usaha kita selama ini,” katanya.

Dari hal-hal tersebut lah yang nantinya akan sangat berguna ketika pasar yang mampu diciptakannya semakin luas dan kuat. “Di sini kita sudah membuktikan, di saat mas banyak dikembangkan, ikan nila ini tidak dianggap dan banyak dibuang-buang.

Sekarang, dengan membudidayakan ikan nila, emas asli pun bisa kita dapatkan,” tambahnya sambil beranjak dari gubuk kecil di samping kolam menuju tempat pengambilan ikan bersama karyawan yang dipekerjakannya sejak lama. (Sumber : Medan Bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.