Pemkab Bandung Barat Batasi Kepemilikan Jaring Apung

keramba jaring apung

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) membatasi kepemilikan jaring apung (japung) bagi para pengusaha kolam ikan di Waduk Cirata.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Adiyoto, di Batujajar mengatakan, setiap pengusaha maksimal diperbolehkan memiliki 10 japung. Sedangkan saat ini ada satu pengusaha yang memiliki hingga 500 japung. Penataan pun akan dilakukan agar siklus air termasuk pakan menjadi lebih sehat.

Karena tata letak japung sangat berpengaruh terhadap produktivitas. Pasalnya, jumlah japung di zona I yang masuk wilayah KBB sudah melebihi kapasitas sehingga berdampak kepada produksi ikan yang tidak maksimal baik kuantitas maupun kualitasnya.“ Secara bertahap kami sedang mengurangi japung di zona I,walaupun itu tidak mudah tapi sosialisasi sudah kami lakukan,”katanya kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, mengingat Waduk Cirata berada di tiga wilayah, Kabupaten Cianjur dan Purwakarta. Saat ini, di Cirata terdapat 57.000 jaring apung. Untuk wilayah KBB terdapat 17.000 japung, dari jumlah yang seharusnya 5.000 japung. Sedangkan berdasarkan Pergub Nomor 14/2002, areal perairan Cirata yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan jaring apung, hanya 1% dari luasan wilayah atau setara dengan 12.000 unit.“Dari jumlah itu, banyak pengusaha yang berasal dari luar KBB.Mereka adalah pemodal besar dari luar Jawa,”ucapnya.

Dalam keadaan bagus seharusnya perbandingan bibit dan hasil panen adalah 1:10.Tapi kenyataannya sekarang hanya 1:4.Tidak mengherankan jika setiap tahun saat musim hujan, banyak ikan yang mati akibat mengalami mabuk karena gejala upwelling (arus balik). Salah satu faktornya, racun dari sisa-sisa endapan pakan ikan yang banyak mengandung bahan organik. Saat terjadi gejala upwelling, endapan pakan ikan di dasar waduk berputar, sehingga naik ke arah permukaan air.

“Kandungan zat pada pakan ikan bisa mengurangi, bahkan menghabiskan kadar oksigen dalam air,”katanya. Ketua Asosiasi

Pembudidaya Ikan Waduk Cirata,Sundaya mengaku setuju dengan usulan penataan dan pengurangan jumlah japung di Cirata.Pihaknya sudah melakukan pembersihan japung yang tidak produktif. Namun hal itu tidak akan berhasil jika pemkab tidak konsisten menggelorakan program yang dicetuskan. Termasuk bagaimana memberikan pemahaman kepada pengusaha japung dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi.

“Program ini harus konsisten. Pemerintah pun harus ikut memikirkan permasalahan yang dihadapi pengusaha japung, bagaimana mereka merugi akibat banyak ikan mati, harga pakan naik, dan persoalan lain yang selama ini pemda seperti menutup mata,” tegasnya. (Sumber : Sindo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.