Pembudidaya Ikan Bantul Coba Teknologi Bumina-Yumina

Budidaya Ikan Nilem

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Achmad Poernomo mengungkapkan, badan yang dipimpinnya berhasil meraih beberapa capaian yang telah disampaikan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan industrialisasi perikanan.

“Bahkan hasil Balitbang KKP ini, selain telah diadopsi oleh pengguna, juga dijadikan bahan rekomendasi kebijakan pembangunan pemerintah pusat dan daerah,” kata Ipung begitu panggilan akrab Achmad Poernomo di Jakarta, Senin (10/3).

Menyadari atas tugasnya itu, jelasanya, Balitbang KKP terus melakukan penelitian dan pengembangan. Hal ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan para nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar hasil perikanan serta masyarakat kelautan dan perikanan lainnya dengan menerapkan strategi industrialisasi.

Poernomo mengatakan, upaya untuk merealisasikan itu, Balitbang KKP telah merilis teknologi budidaya ikan dengan sistem akuaponik. “Teknologi ini sekarang sudah diadopsi masyarakat di berbagai daerah, seperti Bantul, Pacitan, Cirata, Bogor dan Jakarta,” jelasnya.

Teknologi akuapinik ini menurut Poernomo dikenal dengan nama Bumina (buah dan ikan) dan Yumina (sayur dan ikan). Pemanfatan ini dilakukan masyarakat pada lahan pekarangan rumah yang selama ini kosong.

Melalui teknologi ini, pembudidaya dapat menanam berbagai buah dan sayuran, seperti cabe, bawang merah, tomat, terong dan lainnya. “Dengan memanfaatkan teknologi ini, pembudidaya memperoleh keuntungan ganda karena bisa panen ikan, juga panen buah dan sayuran,” tandas Poernomo. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Pembudidaya Ikan Bantul Coba Teknologi Bumina-Yumina"

  1. Unwanul Hubbi March 21, 2014 at 1:23 am -

    saya tertarik dengan budidaya ikan botia (kecublang) ikan hias asli sumsel, kira-kira bisa nggak dikembang didaerah lain, terima kasih

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.