Pembibitan Nila Merah Kalasan Beromzet Rp. 1,7 Miliar Per Tahun

Benih Ikan Nila Merah

Usaha pembibitan ikan nila yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Jayra Dusun Kaliwaru Kalasan Sleman menjadi andalan kebutuhan bibit ikan di sejumlah pasar lokal maupun luar daerah. Produksi bibit khususnya jenis ikan nila tiap tahunnya mencapat 192 ton dengan omzet Rp. 1,7 miliar/tahun.

Pembibitan ikan KPI Mina Jaya lebih difokuskan untuk pendederan jenis nila merah dan persilangan. Budidaya dilakukan di atas lahan seluas 28 hektar yang terdiri dari 120 kolam. Selain nila merah, KPI Mina Jaya juga mengembangkan ikan lain seperti bawal dan graskap.

Pembibitan Nila memiliki peluang pasar yang potensial karena permintaan bibit nila merah terus meningkat. Mengantisipasi terjadinya stagnasi volume produksi akibat terkendala lahan, untuk kedepannya akan dilakukan pengembangan budidaya berbasis teknologi.

“Untuk melayani tingginya permintaan kami masih sering kewalahan. Karena itu tiap tahun ditargetkan peningkatan produksi minimal 10 persen,” ujar pengurus KPI Mina Jaya Sri Hartono.

Keberhasilan pembibitan ikan yang dilakukan KPI Mina Jaya ini telah mengantarkan kelompok tersebut meraih Juara I Lomba Pokdakan Tingkat Propinsi DIY.

Saat ini KPI Mina Jaya tengah melakukan persiapan untuk maju mengikuti lomba tingkat nasional mewakili Propinsi DIY.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Pembibitan Nila Merah Kalasan Beromzet Rp. 1,7 Miliar Per Tahun"

  1. gurindang August 4, 2013 at 9:57 pm - Reply

    semoga semua warga di dan sekitar dusun kaliwaru tambah sejahtera dan adil makmur khususnya di kaliwaru ,mas sisri jg bisa memberdayakan lebih lagi di sana kedepannya untuk menciptakan sda dan sdm di kaliwaru,.
    dan saya berharap selalu karena ikan butuh sekali air sehat maka, untuk menyelamatkan kesehatan ikan dan air bisa selalu diupayakan menjaga selalu kondisi sumber mata air di hulu dn dari mata air dari tanah yang ditunjang oleh hutan dan pohon disekitar sungai sebagai paru2 sumber air .
    karena saya perhatikan sejak 10 tahun lalu di sungai utama kaliwaru sungai tepus semakin saja berkurang debit air sehat.
    10 thn dahulu di selatan nggejlik dekat makam selatan kaliwaru saja masih bisa saya mandi dgn air bersih dan debit air disana, bisa mungkin 10thn kedepan debit dan kesehatan air bisa berkurang pula seiring pembangunan yang menebangi pepohonan yang dgnkan sumber air di masa kemarau.
    terakhir selalu ingat saja alam dan tumbuhan akan memberi kan selalu air bersih yg sehat dan berkelanjutan selama manusia menjaga alam. mina jaya sangad jaya.

Leave A Response