Pasokan Terbatas, Harga Ikan Patin Naik Di Palembang

Bisnis Budidaya Ikan Patin

Harga ikan air tawar, terutama patin, yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, merangkak naik. Pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12) disejumlah pasar tradisional harga ikan patin mencapai Rp 12.000-Rp 13.000 per kilogram, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per kilogram. Sejumlah pedagang yang ditemui mengaku, kenaikan harga ikan patin telah terjadi selama beberapa hari.

Peningkatan harga tersebut dilakukan para pengepul sehingga para pengecer terpaksa menyesuaikan. ”Kenaikan harga ini umumnya dipicu pasokan ikan patin dari produsen sangat terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen tetap stabil. Kalau suplai stabil, harga bisa terkendali,” kata Mukmin, pedagang di pasar tradisional 16 Ilir, Palembang.

Harga ikan patin yang dijual para pengecer di setiap pasar di Kota Palembang cenderung bervariasi. Di Pasar Simpang Sungki, misalnya, harga ikan patin Rp 11.000 per kilogram, di Pasar Cinde Rp 12.500-Rp13.000 per kilogram, dan di Pasar 16 Ilir Rp 11.500 per kilogram.

Sementara itu, harga ikan air tawar lainnya tercatat masih stabil. Harga ikan sepat ukuran sedang, misalnya, masih Rp 12.000 per kilogram dan ikan lele lebak Rp 11.000 per kilogram. Namun, ikan gabus ukuran sedang kini mulai meningkat menjadi Rp 18.500 per kilogram.

Sedangkan Amir, pedagang di pasar Suak Bato mengatakan, meningkatnya harga ikan air tawar di pasar tradisional Kota Palembang, karena pasokan dari daerah sentra produksi berkurang, sementara permintaan konsumen stabil. “Sejak beberapa hari terakhir harga aneka ikan air tawar tinggi, karena nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih mahal dari sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, harga ikan sepat ukuran sedang dipatok kisaran Rp 20 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp16 ribu per kg, ikan gabus ukuran sedang Rp 55 ribu per kg, sebelumnya Rp 50 ribu per kg, ikan mujair dari Rp 24 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg.

Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir selain pasokan kurang lancar, juga nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih tinggi dibanding sebelumnya, sehingga menjual kembali ke pelanggan disesuaikan.

Ia mengatakan sekarang ini ada beberapa jenis ikan air tawar sama sekali tidak ada pasokan dari pedagang pengumpul, seperti ikan lais dan toman. (Sumber : Kabar Sumatra)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.