Minapolitan Loa Kulu Produksi 5.235 Ton Ikan Setahun

Benih Ikan Mas Subang

Wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) yang meliputi perairan sungai dan danau, sebagai sentra produksi perikanan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dalam memicu aktivitas pembangunan fisik dan perekonomian.

Memanfaatkan wilayah yang luas itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar meluncurkan program pembangunan pusat-pusat pertumbuhan (growth pole centre) di wilayah perdesaan yang berbasis sumber daya perikanan. Program tersebut merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dikenal dengan istilah minapolitan (kota ikan).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kukar, Muslik, saat mewakili Kepala DKP mendampingi kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Desa Ponoragan Kecamatan Loa Kulu beberapa waktu lalu.

Menurut dia, program minapolitan dipusatkan di kecamatan Loa Kulu yang merupakan sentra produksi perikanan, budidaya ikan dalam keramba terbesar di wilayah Kukar. Pada 2011, nilai produksi yang mampu dicapai wilayah kecamatan ini sebesar Rp 128 miliar, dengan total produksi mencapai 5.235 ton.

“Usaha budidaya ikan di wilayah ini telah lama didukung sarana prasarana pembenihan, suplai pakan, obat-obatan dan pemasaran. Oleh karena itu, dalam upaya optimalisasi kinerja produksi yang mampu menghasilkan benefit ekonomi maksimal bagi pelaku usaha ini, kami kembangkan sentra produksi terpadu yang menerapkan sistem cluster sarana pendukung pada wilayah ilir dan ulu produksi (up stream dan down stream),” terang Muslik.

Dia juga menyebutkan, komoditas perikanan unggulan di kawasan sentra produksi perikanan perairan umum Kecamatan Loa Kulu, adalah budidaya ikan mas dan nila dalam keramba. Upaya ini didukung penyediaan benih dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang menggunakan media kolam sebagai budidaya.

“Produksi benih tahun 2011 tercatat mencapai 65 juta ekor untuk ikan mas dan 40 juta ekor ikan nila,” ujarnya.

Penyebaran UPR di Kecamatan Loa Kulu, tambahnya, meliputi perdesaan Ponoragan, Rempanga, Jembayan, dan Lok Sumber, yang merupakan hinterland bagi sentra produksi Loa Kulu Kota. Hasil identifikasi keberadaan sarana prasarana wilayah, penduduk dan hasil produksi perikanan beserta sarana produksi pendukung, menempatkan Desa Loa Kulu Kota sebagai wilayah inti (nodal) yang merupakan pusat pelayanan bagi wilayah perdesaan sekitarnya (hinterland), meliputi Rempanga, Jembayan, Ponoragan, Lok Sumber.

“Hasil evaluasi terhadap kesesuaian dan kelayakan lingkungan, calon lokasi pengembangan kawasan sentra produksi perikanan di Kecamatan Loa Kulu yang didukung keberadaan DAS Mahakam, menunjukkan kawasan ini berada pada kondisi cukup baik dan dapat mendukung pengembangan usaha perikanan budidaya di keramba dan kolam dalam struktur kawasan sentra produksi perikanan (minapolitan),” pungkasnya. (Sumber : Kaltim Post)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.